KOMPAS.TV - Kain batik tidak hanya menjadi karya seni bernilai budaya, tetapi juga mampu merepresentasikan identitas suatu daerah. Berangkat dari semangat tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Integrated Terminal (IT) Pangkal Balam menggelar Pelatihan Pembuatan Batik Ciprat bagi 30 ibu rumah tangga di Kelurahan Bukit Besar, Kecamatan Girimaya, Kota Pangkalpinang, pada 16, 19, dan 20 Mei 2026.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong kreativitas masyarakat sekaligus mengembangkan batik ciprat sebagai produk khas Kelurahan Bukit Besar.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai seluruh tahapan pembuatan batik, mulai dari perancangan motif, proses pewarnaan, hingga tahap penyelesaian akhir. Hasilnya, sebanyak 30 lembar kain batik ciprat berhasil diproduksi.
Menariknya, para peserta turut mengembangkan motif yang disepakati sebagai simbol Kelurahan Bukit Besar, yakni perpaduan antara unsur bukit dan buah kerduduk. Motif bukit merepresentasikan nama wilayah, sedangkan buah kerduduk mengangkat kembali keberadaan tanaman khas Bangka yang kini semakin jarang ditemukan.
Sebagai bagian dari upaya pelestarian, pohon kerduduk juga telah ditanam di lingkungan Kantor Kelurahan Bukit Besar. Motif tersebut diharapkan dapat menjadi identitas khas batik ciprat Bukit Besar di masa mendatang.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengembangan Kelompok Sahabat Kreatif, kelompok baru yang dibentuk melalui Program Penggerak Lingkungan Kelola Sampah (PELIKAS). Kelompok tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas berbasis potensi lokal.
Sebagian hasil karya batik yang dihasilkan akan dipamerkan, sementara sebagian lainnya direncanakan menjadi seragam bagi ibu-ibu di Kelurahan Bukit Besar.
Lurah Bukit Besar, Yurdani, mengapresiasi kegiatan tersebut karena tidak hanya menambah keterampilan masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas daerah.
"Melalui motif bukit dan buah kerduduk, kami ingin memperkenalkan identitas Kelurahan Bukit Besar sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kekayaan hayati lokal yang mulai terlupakan," ujar Yurdani.
Siti Jariyah, pelatih sekaligus penggerak batik ciprat di Kelurahan Bukit Besar, berharap karya yang dihasilkan dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas.
Penulis : Iqbal-Tawakal
Sumber : Kompas TV
- Pertamina Patra Niaga Sumbagsel
- Batik ciprat
- Advertorial
- karya seni





