Timnas Wanita Indonesia mengalami kekalahan 0-2 dari Singapura di Garuda Championship Series 2026, Rabu (3/6) di Stadion Arcamanik, Bandung kemarin. Ini adalah kali pertama Garuda Pertiwi kalah dari Singapura sejak 2022 lalu.
Secara umum, pertandingan tersebut punya dua wajah: babak pertama saat Indonesia tampil buruk dan babak kedua ketika Indonesia lebih bisa mengimbangi Singapura.
Salah faktor yang cukup terasa mempengaruhi adalah baru masuknya beberapa pemain diaspora yang lebih berpengalaman di babak kedua. Beberapa pemain seperti Iris de Rouw, Isabelle Nottet, Isabel Kopp, dan Isa Warps baru masuk di babak kedua.
Di babak pertama, pelatih Satoru Mochizuki lebih mempercayakan pemain lokal seperti Marsela Awi, Rosdillah, dan Sheva Imut. Mochi juga memainkan beberapa pemain muda seperti Allya Putri di pos bek kiri dan Alleana Ayu di kiper. Dua nama terakhir memang punya potensi besar, tapi pengalamannya masih kurang di kelompok senior.
"Ya memang kita banyak pemain yang sudah training camp (TC) dari awal ya. Pemain lokal pun sudah TC lama, sebulan, dan kondisinya menaik dan sedang bagus. Makanya kita mencoba memainkan pemain yang kondisinya sedang bagus," kata Mochi.
Soal pemain diaspora, ia menganggap kondisi fisik mereka yang belum lama tergabung dengan TC masih belum maksimal.
"Karena pemain diaspora baru join dua hari sebelum pertandingan, makanya kita lihat juga kondisi pemain diaspora dan memang kita siapkan untuk main di babak kedua," tambahnya.
Mochi juga mencoba memanfaatkan slot pergantian pemain di friendly match seperti ini yang mencapai delapan slot pemain.
"Kita juga pengin memberikan pengalaman bermain pada pemain. Jadi pemain pasti bukan hanya uji coba dan latihan, dengan melalui pertandingan internasional seperti inilah mereka bisa berkembang. Tapi memang sangat disayangkan kita tidak bisa menang hari ini," tutup Mochi.





