Jawa Timur (Jatim) diakui menjadi kekuatan ekonomi kehutanan terbesar kedua di Indonesia setelah Riau dalam Indowood Expo 2026, di Surabaya.
Jumadi Kepala Dinas Kehutanan Jatim mengatakan, capaian tersebut didukung oleh ekosistem industri kehutanan yang berkembang dari hulu hingga hilir. Menurutnya, Jatim saat ini memiliki 1.322 unit industri pengolahan kayu yang menjadi penggerak utama sektor itu.
“GDP (produk domestik bruto) kita di kehutanan terbesar kedua setelah Provinsi Riau. Padahal kita tidak punya hutan yang luas seperti daerah lain,” kata Jumadi saat menghadiri pembukaan Indowood Expo 2026 di Surabaya, Kamis (4/6/2026).
Ia menjelaskan, produksi kayu rakyat di Jatim mencapai sekitar 3,5 hingga 4 juta meter kubik per tahun. Capaian itu, melampaui produksi kayu dari Perhutani yang berada di kisaran 500 ribu meter kubik.
Selain itu, peredaran kayu dari luar Pulau Jawa yang masuk ke Jatim mencapai sekitar 100 ribu meter kubik.
“Karena di Jawa Timur sebenarnya tidak punya hutan. Hutan kita hanya 1.361.142 hektar. Itu enggak sampai 30 persen lah kalau undang-undang cipta kerja,” bebernya.
Menurut Jumadi, dominasi kayu rakyat menunjukkan peran besar masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sektor kehutanan, sekaligus menopang kebutuhan industri pengolahan kayu di Jawa Timur.
Untuk mendukung daya saing produk kayu di pasar global, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim saat ini tengah mengembangkan sistem tata kelola dan pelacakan (tracing) kayu rakyat berbasis geolokasi.
Sistem tersebut disiapkan untuk memenuhi persyaratan yang diterapkan Uni Eropa terkait asal-usul dan keberlanjutan produk kayu. “Sedang kami kembangkan untuk hutan rakyat sebagai persyaratan yang diminta Uni Eropa,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov Jatim juga mempercepat program sertifikasi hutan rakyat yang luasannya mencapai sekitar 617 ribu hektare. Program tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan akademisi untuk memastikan legalitas dan keberlanjutan pengelolaan hutan rakyat.
Jumadi menilai penyelenggaraan Indowood Expo 2026 menjadi momentum memperkuat ekosistem industri kayu di Jatim. “Indowood Expo menjadi momentum bagi Jawa Timur untuk terus memperkuat posisi sebagai pusat industri kayu dan furnitur nasional,” tuturnya. (lta/bil/ham)




