JAKARTA, KOMPAS.TV – Peneliti Clinical Medicine Oxford University, Wa Ode Dwi Daningrat mengungkap adanya kejanggalan terkait peserta riset dalam konferensi internasional yang digelar di Copenhagen, Denmark.
Dugaan penggunaan riset palsu mencuat setelah sejumlah kejanggalan ditemukan. Salah satunya adalah seorang peserta yang diduga mengganti jilbab sebelum melakukan presentasi.
"Untuk saya pribadi, pada saat itu ketika saya melihat ada kejanggalan tersebut, saya baca kembali poster-posternya dan memang ada beberapa kejanggalan," ujarnya Dwi.
Dirinya mengungkap temuan terdapat beberapa penulis utama (first author) yang memiliki hingga lima abstrak dalam konferensi tersebut.
"Sebelum-sebelumnya sangat jarang seorang peneliti, khususnya yang dari Indonesia, mengumpulkan empat sampai lima abstrak sebagai first author. Mungkin sebagai co-author bisa lebih dari itu, tetapi sebagai first author sangat jarang kami temukan, sehingga cukup menarik perhatian," katanya.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Yogyakarta, Nur Hidayanto Pancoro, mengatakan pihak universitas telah membentuk tim kecil untuk menelusuri persoalan tersebut.
Sementara itu, sejumlah pihak yang dituding turut memberikan klarifikasi melalui media sosial. Melalui akun Rifaldy Fajar, yang bersangkutan menyampaikan permintaan maaf terkait penggunaan afiliasi komunitas riset independen.
Executive Producer: Sadryna Evanilia
Produser: Theo Reza
Content Creator: Tesalonika Ajeng
Penulis : Theo-Reza
Sumber : Kompas TV
- peneliti oxford
- riset
- skandal riset
- denmark
- uny





