Pastikan Tepat Sasaran, Mendagri Tinjau Program Bedah Rumah di Bantul

detik.com
21 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Peninjauan dilakukan bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

Peninjauan tersebut juga dilakukan bersama Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana Sulistya, Kepala BPS Amalya Adininggar Widyasanti, serta pejabat terkait lainnya.

Rombongan meninjau langsung kondisi rumah salah satu warga penerima bantuan. Rumah tersebut berdinding anyaman bambu yang telah lapuk serta berlantaikan tanah. Rumah itu juga hanya berdiri di atas fondasi berupa barisan batu tanpa semen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa rumah tersebut berdiri tidak terlalu kokoh. Penerima bantuan tersebut juga terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Baca juga: Jaga Stabilitas Daerah, Mendagri Ingatkan Forkopimda Perkuat Soliditas

Berdasarkan dialog Tito dengan penghuni rumah, diketahui bahwa rumah itu telah ditempati sejak tahun 1984 dan belum pernah tersentuh bantuan. Tito pun bersyukur karena rumah tersebut akan segera dibangun melalui Program BSPS.

"Alhamdulillah," ujar Tito dalam keterangan tertulis, Kamis (4/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Tito juga menjelaskan program tersebut tidak hanya menyasar rumah tidak layak huni di daerah pedesaan maupun perkotaan. Namun, program tersebut juga menyasar rumah tidak layak huni di daerah perbatasan.

Ia menegaskan, pembangunan rumah tidak layak huni di daerah perbatasan bukan hanya untuk pemerataan pembangunan. Namun, kebijakan ini bertujuan memperkuat pertahanan negara di daerah perbatasan melalui penguatan rasa cinta Tanah Air masyarakat setempat.

Baca juga: Mendagri Paparkan Langkah Strategis Sehatkan BUMD di Hadapan DPR

"Jadi [Menteri PKP] Pak Ara sudah mengalokasikan 15.000 untuk daerah perbatasan. Ada 40 lebih kabupaten perbatasan yang selama ini mungkin jarang tersentuh," imbuh Tito.

Ia juga menceritakan dirinya bersama Menteri PKP telah mengunjungi langsung rumah tidak layak huni di daerah perbatasan. Salah satu daerah tersebut adalah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) yang belum lama ini diterjang banjir bandang sehingga merusak sejumlah rumah.

"Kena banjir bandang ratusan rumah rusak. Itu sudah kita datangi dan program itu (BSPS) hampir 600-an rumah di sana, sekarang [pelaksanaan programnya] lagi jalan," kata Tito.

Sebagai informasi, selain meninjau rumah tidak layak huni di Kabupaten Bantul, rombongan juga berdialog secara virtual dengan sejumlah penerima bantuan BSPS di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kesempatan itu juga dilakukan peresmian secara simbolis pelaksanaan Program BSPS di Daerah Istimewa Yogyakarta.




(anl/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Udara Jakarta Kembali Memburuk Pagi Ini, Tercatat Kedua Terpolusi di Dunia
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Membaca Pertumbuhan Ekonomi Berdampak: Pelajaran dari Kompetisi Global
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
5 Berita Populer: Clara Shinta Laporkan Mantan Suami; Gugatan Nikita Mirzani
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Turun 1,7%, Saham Tambang Emas ANTM, EMAS hingga MDKA Justru Berbalik Hijau
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kantor Bahasa Gorontalo Dorong Pekerja Asing Kuasai Bahasa Indonesia untuk Permudah Komunikasi
• 3 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.