Jayapura: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua hingga saat ini masih melakukan identifikasi untuk mencocokkan hasil temuan tim SAR dengan sampel deoksiribonukleat (DNA) dari keluarga korban kasus ledakan bom sisa Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor.
"Dari pemeriksaan DNA itu diharapkan nantinya ditemukan kecocokan dengan potongan tubuh yang ditemukan dan kini tersimpan di kamar jenazah RSUD Biak," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Parasian Herman Gultom, di Jayapura, seperti dilansir Antara, Kamis, 4 Juni 2026.
Dia mengatakan identifikasi tersebut dilakukan secara DNA maupun scientific (ilmiah) untuk menentukan potongan tubuh korban yang ditemukan oleh tim SAR gabungan. Selain itu, kata dia, tim DVI juga akan mencari data antemorten dari keluarga untuk memastikan identitas korban.
Baca Juga :
Tim Jibom Polda Papua Kembali Amankan 2 Mortir Sisa PD II di JayapuraParasian mengatakan, selain tim DVI, Polda Papua juga mengerahkan tim dari laboratorium forensik untuk mengetahui jenis bahan peledak yang meledak. Saat ini tim penjinak bom Gegana Brimob Polda Papua juga masih melakukan sterilisasi guna memastikan tempat kejadian perkara (TKP) aman dari berbagai jenis bahan peledak.
Selain itu, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap tiga orang yang dilaporkan hilang di sekitar perairan. Pencarian belum dapat dilakukan di dalam TKP karena alasan keamanan.
Insiden meledaknya bom peninggalan Perang Dunia II di kawasan pemukiman warga tersebut terjadi pada Minggu, 31 Mei 2026. Peristiwa ini menyebabkan enam orang meninggal dunia dan tiga orang dilaporkan hilang.
Tim Jibom Gegana Brimob Polda Papua menemukan 30 butir amunisi saat melakukan sterilisasi di TKP meledaknya bom peninggalan PD II di Biak, Selasa (2/6/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Papua




