PLN garap proyek listrik dari energi bersih berkapasitas 22,57 GW

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - PT PLN (Persero) mencatat telah menggarap proyek pembangkit listrik berbasis energi bersih atau energi baru terbarukan (EBT) dengan total kapasitas sekitar 22,57 gigawatt (GW), sebagai realisasi dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

“Jadi, dari 52,8 GW, itu 43 persennya itu pembangkit berbasis EBT ini sudah dalam proses eksekusi. Kami diminta untuk laporan setiap dua minggu,” kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis.

Adapun dalam RUPTL PLN 2025–2034, pemerintah berencana untuk menambah kapasitas pembangkit baru sebesar 69,5 gigawatt (GW). Kemudian, sebesar 76 persen dari target penambahan tersebut berasal dari energi terbarukan seperti surya, air, angin, dan panas bumi, serta didukung oleh sistem penyimpanan energi (baterai dan pumped-storage hydropower).

“Dalam RUPTL itu, 76 persennya berbasis energi baru terbarukan dan juga baterai energy storage system, yaitu 52,8 GW,” ujar Darmawan.

Tercatat hingga Mei 2026, Darmawan memaparkan PLN telah mengeksekusi kurang lebih 22,57 GW atau 43 persen pembangkit berbasis EBT, termasuk 0,78 GW yang telah berhasil beroperasi.

“Sebesar 16,5 GW itu proses pengadaan, konstruksi 5,2 GW, kemudian commissioning, sudah kami deliver 0,78 GW,” ucap Darmawan.

Sementara itu, proyek pembangkit dengan kapasitas sebesar 30,24 GW masih dalam proses penyelesaian kajian kelayakan proyek.

“Dengan total (kapasitas pembangkit listrik berbasis energi bersih) 52,81 GW. Jadi, sekali lagi kami mengucapkan terima kasih, apresiasi luar biasa dengan adanya penugasan dari pemerintah kepada PLN,” kata Darmawan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan realisasi bauran energi pembangkit tenaga listrik dari energi baru dan terbarukan (EBT) mencapai 17,89 persen per April 2026, melampaui target yang ditetapkan sebesar 16,46 persen.

Secara keseluruhan, produksi listrik nasional sampai dengan April 2027 mencapai 165,51 terawatt hour (TWh). Komposisi bauran energi dari produksi listrik nasional tersebut yakni 64,87 persen dari batu bara; sebesar 13,86 persen dari gas; kemudian 3,38 persen dari bahan bakar minyak (BBM); dan 17,89 persen dari EBT.

“Bauran energi nasional mencerminkan adanya upaya transisi energi yang terus berjalan,” kata Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno.

Baca juga: ESDM: Realisasi bauran EBT lampaui target dengan capaian 17,89 persen

Baca juga: Pemerintah kejar kemandirian energi dari EBT hadapi situasi geopolitik


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dicokok Kejagung, Sony Sonjaya Tulis Sepucuk Surat untuk Kepala BGN Baru: Terima Kasih atas Hadiah Indahnya
• 11 jam laludisway.id
thumb
DPR Akan Tingkatkan Pengawasan Audit Tata Kelola BGN Usai Kasus Korupsi MBG
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dua Penyuap Pegawai Kemnaker Divonis 1,5 Tahun Penjara
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Jemaah Haji Infeksi Tersengat Tawon Hingga Jemaah Haji Khusus Patuna Badal Umrah | SAPA SIANG
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.