JAKARTA, KOMPAS.com - Warga RW 04 Kelurahan Jatipulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, mewanti-wanti pihak PAM Jaya agar penghentian sementara pasokan air yang dijadwalkan pada Jumat (5/6/2026) malam besok tidak berlangsung lama.
Warga mendesak agar aliran air bisa segera berfungsi normal mengingat air bersih merupakan kebutuhan paling krusial dalam aktivitas sehari-hari.
Salah seorang warga RT 09 RW 04, Murtini (48), menegaskan, pihak pengelola harus memastikan matinya aliran air jangan sampai molor dari jadwal seharusnya.
Baca juga: Air PAM di Jatipulo Jakbar Beberapa Kali Mati dalam Sebulan, padahal Belum Dimatikan Serentak
Meski dirinya sudah bersiap dengan menampung air di toren berkapasitas 1.000 liter, cadangan tersebut dirasa tidak akan cukup jika air mati berhari-hari.
"Saya minta jangan lama-lama ya. Oke lah kalau sehari, tapi kalau bisa lagi diselang-seling lah, boleh siang mati atau malam hidup kan bisa nampung dikit-dikit gitu," kata Murtini saat ditemui di lokasi, Kamis (4/6/2026).
Kebutuhan air di rumahnya saat ini sedang tinggi.
Selain untuk kebutuhan dasar lima anggota keluarga seperti mandi dan persiapan anak sekolah, ia juga sedang membangun ulang rumahnya usai kebakaran.
"Kebutuhan saya masih banyak, itu buat masih bangunan rumah belum selesai untuk ngecor. Terutama ya untuk mandi lah, untuk kamar mandi kebutuhan yang sehari-hari. Harapannya ke depan untuk air saya minta kualitasnya lebih bagus lagi ya, kan air itu utama," ucapnya.
Jika proses perbaikan memang terpaksa dilakukan selama lebih dari satu hari, ia berharap ada bantuan pasokan air menggunakan mobil tangki dari PAM Jaya untuk memenuhi kebutuhan warga.
Baca juga: Jelang Aliran PAM Mati Besok, Warga Jatipulo Jakbar Stok 8 Galon Air
Tuntutan serupa datang dari Yusuf (50) yang merasa keberatan jika pasokan air sering terhenti, mengingat kewajibannya membayar iuran bulanan tidak pernah putus.
Karena tidak memiliki toren air, Yusuf pun hanya bisa mengandalkan enam galon bekas air mineral yang dimilikinya untuk menampung air.
"Ya ke depannya sih pengin lebih bagus lagi ya. Harus nyala terus gitu lho. Jangan kita bayar tapi kadang-kadang mati. Gitu. Kita kekurangan air kan jadinya," ucap Yusuf.
Bahkan, Yusuf menuntut apabila air mati dalam durasi yang lama dan membuat warga kesulitan, harus ada tanggung jawab dari pihak PAM Jaya.
Pasalnya, ia mengaku kadang kebutuhan air yang diberikan melalui mobil tangki tak mencukupi untuk seluruh warga.
"Soalnya kan dia misalnya dua mobil tapi dipakai satu RW, jadi kadang enggak cukup juga, harus tetap dipenuhi sih maunya," kata dia.
Baca juga: Air PAM Mati Mulai Besok, Warga Jakarta Tampung Air di Ember hingga Toren





