Kebakaran Gunung Rinjani Berhasil Dipadamkan, BNPB Sebut Kondisi Lokasi Kini Aman dan Kondusif

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil dipadamkan sehingga kondisi di lokasi saat ini dinyatakan aman dan kondusif.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan keberhasilan pengendalian api terjadi berkat respons cepat tim gabungan yang bekerja di lapangan.

Ia mengungkapkan, "Berdasarkan laporan BPBD setempat, api telah berhasil dipadamkan dan kondisi di lapangan saat ini dinyatakan kondusif."

Kebakaran yang melanda area padang savana tersebut menghanguskan lahan seluas 98,28 hektare.

Berdasarkan data yang diterima BNPB, titik api utama terkonsentrasi di kawasan wisata Savana Propok.

Kebakaran mulai terdeteksi sejak Rabu malam, 3 Juni 2026.

Tim Gabungan Cegah Api Meluas

Operasi pemadaman melibatkan unsur BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), relawan, serta masyarakat setempat.

Respons cepat tim gabungan membuat kebakaran tidak meluas ke kawasan hutan konservasi lainnya di Taman Nasional Gunung Rinjani.

BNPB menyebut kondisi di lapangan kini telah terkendali setelah upaya pemadaman dilakukan secara terpadu oleh seluruh unsur yang terlibat.

BNPB Ingatkan Potensi Titik Api Baru

Meski kebakaran telah berhasil dipadamkan, BNPB tetap mengingatkan adanya potensi kemunculan titik api baru di area bekas kebakaran.

Risiko tersebut dapat muncul akibat embusan angin kencang yang umum terjadi selama musim kemarau.

BNPB mengimbau pengelola kawasan taman nasional dan pemerintah daerah untuk memperketat patroli lapangan.

Selain itu, pemantauan berkelanjutan terhadap area bekas kebakaran diminta terus dilakukan guna mengantisipasi munculnya titik api sekunder.

BNPB juga meminta seluruh pihak terkait menjaga agar kebakaran tidak kembali meluas ke kawasan konservasi lainnya.

Hingga kini BNPB belum merilis secara rinci penyebab kebakaran maupun detail teknis penanganan yang dilakukan selama operasi pemadaman.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tuntutan 2,5 Tahun Bui Untuk 4 Tentara Penyiram Air Keras Andrie Yunus
• 15 jam laludetik.com
thumb
Daftar Lengkap Game PS4, PS5, Xbox, Nintendo Switch, dan PC Rilis Juni 2026
• 54 menit lalumedcom.id
thumb
KPU Surabaya Kaji Pemekaran Dapil Untuk Pemilu Selanjutnya
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
PDIP Dorong Kepala BGN Nanik Benahi Kualitas dan Pengawasan MBG
• 17 jam laludetik.com
thumb
Kemenpar Fasilitasi Pengembangan Pariwisata Premium di Jakarta
• 23 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.