Wall Street Bergerak Variatif di Tengah Aksi Profit Taking Saham AI

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka variatif pada perdagangan Kamis (4/6/2026) waktu setempat di tengah aksi profit taking saham-saham AI.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka variatif pada perdagangan Kamis (4/6/2026) waktu setempat di tengah aksi profit taking saham-saham AI. (Foto: FT)

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka variatif pada perdagangan Kamis (4/6/2026) waktu setempat. Pelemahan harga minyak dunia mendorong sebagian besar saham menguat, namun aksi ambil untung (profit taking) pada saham-saham kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menahan laju pasar.

Dikutip dari AP, indeks S&P 500 turun 0,1 persen setelah sehari sebelumnya menjauh dari rekor tertinggi sepanjang masa. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melonjak 720 poin atau 1,4 persen, sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,7 persen.

Baca Juga:
Wall Street Dibuka Melemah saat Konflik di Timur Tengah Kembali Memanas

Mayoritas saham di Wall Street menguat setelah harga minyak Brent turun 2,9 persen menjadi USD94,96 per barel. Penurunan ini memangkas sebagian kenaikan harga minyak yang sebelumnya dipicu meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pelaku pasar berharap AS dan Iran pada akhirnya mencapai kesepakatan untuk kembali membuka Selat Hormuz bagi kapal tanker minyak. Langkah tersebut diyakini dapat memperlancar pasokan minyak global dan menekan harga energi. Optimisme tersebut, ditambah kinerja emiten yang solid, sebelumnya sempat mendorong S&P 500 mencatat reli selama sembilan hari berturut-turut.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Melemah dan Akhiri Tren Bullish Sembilan Hari Imbas Ketegangan AS-Iran

Dari sisi korporasi, saham Toro naik 1,4 persen setelah membukukan laba dan pendapatan kuartalan yang melampaui ekspektasi analis. Chief Executive Officer (CEO) Toro, Richard Olson mengatakan permintaan terhadap produk-produk perseroan tetap kuat sehingga perusahaan menaikkan proyeksi pendapatan dan laba tahun fiskal ini. 

"Kami melihat permintaan yang kuat di seluruh lini produk," ujarnya.

Di sisi lain, saham teknologi berbasis AI justru terkoreksi. Broadcom anjlok 14,5 persen meski melaporkan laba dan pendapatan yang melampaui perkiraan pasar. CEO Broadcom Hock Tan mengatakan pendapatan semikonduktor AI perusahaan melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi USD10,8 miliar pada kuartal tersebut. 

"Permintaan terus meningkat dan pertumbuhan pendapatan semikonduktor AI diperkirakan melampaui 200 persen pada kuartal berjalan," ujarnya.

Kendati demikian, investor tampaknya mengharapkan hasil yang lebih tinggi mengingat saham Broadcom telah melonjak 38,5 persen sejak awal tahun. Saham-saham AI lainnya juga mengalami tekanan, seperti Marvell Technology yang turun 4,6 persen dan Micron Technology yang merosot 8,1 persen.

Saham CrowdStrike Holdings ikut terkoreksi 7,9 persen meski mencatat kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi analis. CEO CrowdStrike George Kurtz mengatakan kuartal terakhir menjadi periode ketika "dunia keamanan siber dan AI generasi terdepan saling bertemu," ujarnya.

Di luar sektor teknologi, saham PVH Corp, pemilik merek Calvin Klein dan Tommy Hilfiger, anjlok 24,7 persen. Padahal, perusahaan juga berhasil melampaui target penjualan dan laba kuartal pertama. 

CEO PVH Stefan Larsson mengatakan konflik berkepanjangan di Timur Tengah masih menekan daya beli konsumen di kawasan tersebut. "Kami masih merasakan dampak berkepanjangan dari konflik Timur Tengah terhadap pelanggan di wilayah itu," katanya.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun menjadi 4,45 persen dari sebelumnya 4,49 persen. Sejumlah data ekonomi AS juga menunjukkan hasil yang beragam, mulai dari kenaikan tipis klaim tunjangan pengangguran hingga pertumbuhan produktivitas pekerja yang lebih rendah dari perkiraan ekonom. 

Di pasar global, bursa Eropa menguat, sedangkan indeks utama Asia melemah dengan Kospi Korea Selatan turun 1,8 persen, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 1,5 persen, dan Nikkei 225 Jepang turun 1,4 persen.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hakim Sebut Kasus Gratifikasi Eks Wamenaker Noel Tunjukkan Degradasi Moral dan Integritas
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Garuda Delay Berjam-jam, Wamenhaj Minta Maskapai Beri Kompensasi ke Jemaah Haji
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
BGN Bantah Isu Penghentian Penyaluran Dana SPPG, Layanan Tetap Berjalan
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Alfamart (AMRT) Bagi Dividen Rp1,7 Triliun, Punya 24.434 Gerai
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Istana Beri Sinyal Said Iqbal Masuk Kabinet
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.