BUENOS AIRES, KOMPAS.TV – Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi panggung terakhir Lionel Messi bersama tim nasional Argentina.
Di usia 39 tahun dan tengah menjalani pemulihan cedera hamstring, sang kapten bertekad memimpin Albiceleste mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih di Qatar empat tahun lalu.
Baca Juga: Daftar Skuad Argentina di Piala Dunia 2026: Tiada Kejutan dari Scaloni
Jika mampu mengangkat trofi untuk kedua kalinya secara beruntun, Argentina akan menjadi negara pertama yang mempertahankan gelar Piala Dunia sejak Brasil melakukannya pada 1962.
Keberhasilan tersebut juga diyakini akan semakin mengukuhkan status Messi sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola.
Namun, jalan menuju ambisi besar itu tidak sepenuhnya mulus.
Satu pekan menjelang pertandingan pertama, Messi masih menjalani pemulihan cedera hamstring yang dialaminya saat membela Inter Miami pada laga terakhir sebelum turnamen pada 24 Mei.
Akibatnya, peraih delapan Ballon d'Or tersebut harus menjalani latihan terpisah di pemusatan latihan Argentina yang berlokasi di Kansas City.
"Semua orang tentu ingin Messi datang tanpa masalah apa pun, tetapi kenyataannya tidak demikian. Bukan hanya dia, sebagian besar pemain juga belum pulih sepenuhnya," ujar pelatih Lionel Scaloni kepada jaringan televisi Amerika Latin, DSports, dikutip dari Associated Press.
Meski kondisi fisiknya menjadi perhatian, Messi menegaskan kecintaannya terhadap sepak bola belum berubah.
"Saya suka bermain sepak bola dan saya akan terus melakukannya sampai saya tidak bisa lagi," kata Messi dalam wawancara bersama jurnalis Argentina Joaquín "Pollo" Álvarez.
"Saya sangat kompetitif, saya suka menang dalam segala hal. Bahkan terkadang saya tidak membiarkan anak-anak saya menang saat bermain video game. Itu sudah menjadi sifat saya dan hal itulah yang membawa saya meraih semua yang telah saya capai," lanjutnya.
Baca Juga: Stale Solbakken: Norwegia Kuda Hitam Piala Dunia 2026? Terlalu Berlebihan
Akhir Sebuah Era BesarPiala Dunia 2026 juga membawa makna emosional bagi Argentina.
Banyak pihak meyakini turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada ini akan menjadi penampilan terakhir Messi bersama tim nasional.
Sinyal tersebut sempat muncul pada September tahun lalu ketika Messi memainkan laga kualifikasi melawan Venezuela di Stadion Monumental, Buenos Aires.
"Sangat emosional mengetahui ini adalah pertandingan kompetitif terakhir saya di sini. Saya telah melewati banyak hal di stadion ini, beberapa momen hebat dan beberapa momen sulit, tetapi selalu istimewa bermain di depan para penggemar kami," ujar Messi saat itu.
Narasi tersebut mengingatkan publik Argentina pada kenangan pahit Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.
Kala itu, Diego Maradona harus meninggalkan turnamen setelah dinyatakan positif doping usai pertandingan fase grup.
Peristiwa tersebut menjadi akhir perjalanan sang legenda di panggung Piala Dunia sekaligus diikuti tersingkirnya Argentina pada babak 16 besar.
Tiga dekade kemudian, Argentina berharap dapat menutup era penerus Maradona dengan cara yang jauh lebih membahagiakan.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya
Sumber : Associated Press
- Lionel Messi
- Messi
- Argentina
- Timnas Argentina
- Piala Dunia 2026
- Piala Dunia FIFA 2026





