PARIS, KOMPAS.TV — Kartunis dan pembuat film Iran-Prancis Marjane Satrapi, yang juga seorang pembela hak-hak perempuan terkemuka dan penulis "Persepolis," telah meninggal dunia pada usia 56 tahun. Berita duka ini diumumkan Kantor Kepresidenan Prancis pada Kamis (4/6/2026).
“Kepergiannya menandai kehilangan tokoh terkemuka budaya Prancis dan seorang seniman yang mengabdikan diri pada kebebasan, yang karyanya membawa pesan universal dan membuatnya mendapatkan pengakuan internasional yang luar biasa,” kata Kantor Kepresidenan Prancis dalam sebuah pernyataan.
“Presiden Emmanuel Macron dan istrinya memberikan penghormatan kepada seorang seniman luar biasa yang mengubah masa kecil di Iran menjadi dongeng universal,” kata pernyataan itu seperti dikutip dari The Associated Press.
Stasiun berita BFM TV dan media Prancis lainnya melaporkan bahwa Satrapi meninggal karena kesedihan, sekitar setahun setelah kematian suaminya, produser dan aktor film Swedia Mattias Ripa.
Akademi Seni Rupa Prancis, di mana ia menjadi anggotanya, menyatakan kesedihan mendalamnya atas kematian Satrapi dalam sebuah pernyataan di media sosial. Mereka pun memberikan penghormatan kepada seorang pendukung sinema dan pendidikan film yang awal tahun ini menciptakan sebuah yayasan untuk membantu mahasiswa internasional datang ke Paris untuk belajar film.
Baca Juga: Pajak Penulis Dipangkas Jadi 1,5 Persen, Berlaku untuk Buku Ber-ISBN
Satrapi dikenal karena buku komik dan film otobiografinya yang berwarna hitam putih, yang berjudul “Persepolis”. Buku ini berkisah tentang masa remaja yang berlatar belakang Revolusi Islam di negara asalnya, Iran.
“Persepolis” memenangkan Grand Prix Kritikus Film di Festival Cannes pada tahun 2007 dan Penghargaan César untuk Skenario Adaptasi Terbaik pada tahun 2008, serta dinominasikan untuk Film Animasi Terbaik di Oscar 2008.
Film ini, yang menceritakan kehidupannya di Teheran sebagai putri yang keras kepala dari kaum intelektual Marxis. “Cerita ini merupakan pengingat bahwa orang Iran sama seperti orang lain,” kata Satrapi kepada Associated Press dalam sebuah wawancara tahun 2007 di Cannes.
“Yang ingin kami sampaikan adalah, jika orang-orang ini membuat Anda takut, lihatlah lebih dekat: Mereka memiliki orang tua, mereka memiliki kekasih, mereka memiliki harapan, mereka memiliki kisah,” katanya.
Pihak berwenang Iran pada saat itu memprotes dimasukkannya film tersebut di Cannes, dan mengirimkan surat kepada Kedutaan Besar Prancis di Teheran.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Gading-Persada
Sumber : The Associated Press
- marjane satrapi
- persepolis
- penulis iran
- marjane satrapi meninggal





