Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, membantah kabar dirinya mundur dari jabatan yang tengah didudukinya. Bantahan ini dikirimkan Purbaya melalui pesan singkat kepada awak media.
“Hahaha, enggak bener lah,” kata Purbaya saat dikonfirmasi awak media, Kamis (4/6).
Beredar kabar di media sosial yang menyebut Purbaya telah menyampaikan surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo Subianto pada 21 Mei 2026. Selain kabar tersebut, beredar pula rumor sejumlah nama yang disebut-sebut akan menggantikan Purbaya, yakni ekonom yang juga mantan Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Chatib Basri, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Selain membantah kabar tersebut, Purbaya juga menyatakan ia akan memimpin agenda rilis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kita Edisi Juni 2026 di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, pada Jumat (5/6).
Sebelumnya, Purbaya memastikan pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus level 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) tidak mengganggu kemampuan pemerintah dalam memenuhi kewajiban pembayaran utang. Menurut dia, kondisi tersebut masih berada dalam skenario yang telah diperhitungkan pemerintah.
Purbaya menjelaskan sebagian besar surat utang pemerintah memiliki kupon tetap atau fixed coupon, sehingga kewajiban pembayaran bunga tidak berubah meskipun nilai tukar rupiah melemah.
"Saya lupa, itu kuponnya fixed ya? Harusnya fixed kuponnya. Pembayaran utang lewat bond, ya. Kuponnya sih konstan, cuma pada waktu rupiah melemah ya meningkat kan dalam rupiah pembayarannya," kata Purbaya kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6).
Di sisi lain bendahara negara ini menyatakan pelemahan rupiah saat ini masih berada dalam rentang simulasi yang sebelumnya telah dilakukan pemerintah.




