Jakarta (ANTARA) - Indonesia untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah ajang kualifikasi resmi turnamen sepak bola U12 bertajuk Agung Podomoro Land Cup U12 Junior Soccer World Challenge 2026 South East Asia Qualifier Jakarta, yang akan berlangsung pada akhir pekan ini, Jumat-Minggu (5–7/6) di Stadion Soemantri Brojonegoro, Jakarta Selatan.
Sebanyak 20 tim akan merebutkan tiket resmi menuju U-12 Junior Soccer World Challenge 2026 di Chiba, Jepang, dengan pemain-pemain Indonesia yang berpartisipasi di ajang ini akan membuka peluang mereka untuk mengikuti jejak pesepak bola hebat yang pernah bermain di ajang ini pada masa mudanya, salah satunya adalah Lamine Yamal.
“Lewat turnamen ini saya membentuk karakter bagaimana pengembangan sepak bola di Barcelona Spanyol bisa dilihat oleh sekolah sepak bola di Jepang, saat turnamen ini pertama kali digelar tahun 2013," kata Presiden dan CEO Amazing Sports Lab Japan Inc. & NARA CLUB Mitsuru Hamada dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis.
"Sekarang, nantinya karakter dari pengembangan sepak bola Jepang bisa dilihat secara langsung oleh sekolah sepak bola di Indonesia. Para anak-anak Indonesia bisa belajar bahasa Jepang dan pengembangan sepak bola Jepang, hingga negara lainnya lewat turnamen ini,” kata dia.
Turnamen ini menggunakan format pertandingan 7 lawan 7 dengan durasi 2x15 menit, mengikuti regulasi FIFA dan PSSI, dan akan berlangsung dengan sistem fase grup (empat grup berisi lima tim) dan babak gugur.
Kategori usia di kompetisi ini adalah untuk pemain U12 kategori putra kelahiran 1 Januari 2014 hingga 1 Januari 2016.
Komposisi 20 tim di ajang ini terdiri dari 19 tim Indonesia dan satu tim dari Laos, Mazda GB FC. Tim terbaik dari kualifikasi ini akan mendapatkan undangan resmi untuk tampil di Jepang pada Agustus 2026, menghadapi tim-tim kelas dunia dalam atmosfer kompetisi internasional.
Sebagai bentuk dukungan penuh, tim juara tidak hanya memperoleh tiket ke Jepang, tetapi juga fasilitas lengkap berupa tiket pesawat pulang-pergi Jakarta-Tokyo, akomodasi, konsumsi selama di Jepang, serta transportasi domestik. Fasilitas ini mencakup 18 pemain dan 5 ofisial tim.
Kehadiran kualifikasi ini di Indonesia menjadi momentum penting dalam pembinaan sepak bola usia dini. Akademi dan Sekolah Sepak Bola (SSB) kini memiliki akses lebih dekat untuk mengukur kualitas pemain di level regional sekaligus membuka jalan menuju pengalaman global.
Partisipasi dalam turnamen ini tidak hanya memberikan pengalaman bertanding, tetapi juga peluang bagi pemain muda untuk merasakan standar sepak bola dunia sejak dini.
Selain Yamal yang kini berseragam Barcelona, sejumlah pemain yang pernah tampil di ajang ini dan kini berkembang menjadi pesepak bola profesional level dunia adalah Takefusa Kubo, Gavi, Ansu Fati, hingga Xavi Simons. Selain itu, klub-klub besar Eropa seperti FC Barcelona, Manchester City, Liverpool, dan Arsenal juga pernah ambil bagian.
“Dukungan terhadap turnamen ini merupakan wujud komitmen kami dalam mengembangkan talenta sepak bola Indonesia dan Asia Tenggara, sekaligus menanamkan nilai disiplin, kerja keras, sportivitas, kepemimpinan, dan kerja sama tim untuk bersaing di tingkat global. Kami berharap kompetisi ini dapat memperkuat pembinaan sepak bola usia muda dan melahirkan lebih banyak talenta yang mampu berprestasi di tingkat regional maupun global,” kata Bacelius Ruru, Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk.
Berikut pembagian grup Agung Podomoro Land Cup U-12 Junior Soccer World Challenge 2026 South East Asia Qualifier Jakarta:
Grup A: Garuda Muda FA, Saswco FC, Mazda GB FC (Laos), Kemayoran Premier Football Club, Alaska FA
Grup B: Djakarta Warriors, Beebold FC, SSB Redwood, Persija Development, Bandung Legend
Grup C: Jakarta Islamic School Soccer Club, Immortal FC, Akademi Persib Cimahi, Bandung All Star, SSB Charet’s Tiki
Grup D: Royal Indonesia Football Academy, Persebaya Development, Arek-Arek FC, Royal Junior, SSB Charet’s Taka.
Baca juga: Indonesia tuan rumah Kualifikasi Junior Soccer World Challenge 2026
Sebanyak 20 tim akan merebutkan tiket resmi menuju U-12 Junior Soccer World Challenge 2026 di Chiba, Jepang, dengan pemain-pemain Indonesia yang berpartisipasi di ajang ini akan membuka peluang mereka untuk mengikuti jejak pesepak bola hebat yang pernah bermain di ajang ini pada masa mudanya, salah satunya adalah Lamine Yamal.
“Lewat turnamen ini saya membentuk karakter bagaimana pengembangan sepak bola di Barcelona Spanyol bisa dilihat oleh sekolah sepak bola di Jepang, saat turnamen ini pertama kali digelar tahun 2013," kata Presiden dan CEO Amazing Sports Lab Japan Inc. & NARA CLUB Mitsuru Hamada dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis.
"Sekarang, nantinya karakter dari pengembangan sepak bola Jepang bisa dilihat secara langsung oleh sekolah sepak bola di Indonesia. Para anak-anak Indonesia bisa belajar bahasa Jepang dan pengembangan sepak bola Jepang, hingga negara lainnya lewat turnamen ini,” kata dia.
Turnamen ini menggunakan format pertandingan 7 lawan 7 dengan durasi 2x15 menit, mengikuti regulasi FIFA dan PSSI, dan akan berlangsung dengan sistem fase grup (empat grup berisi lima tim) dan babak gugur.
Kategori usia di kompetisi ini adalah untuk pemain U12 kategori putra kelahiran 1 Januari 2014 hingga 1 Januari 2016.
Komposisi 20 tim di ajang ini terdiri dari 19 tim Indonesia dan satu tim dari Laos, Mazda GB FC. Tim terbaik dari kualifikasi ini akan mendapatkan undangan resmi untuk tampil di Jepang pada Agustus 2026, menghadapi tim-tim kelas dunia dalam atmosfer kompetisi internasional.
Sebagai bentuk dukungan penuh, tim juara tidak hanya memperoleh tiket ke Jepang, tetapi juga fasilitas lengkap berupa tiket pesawat pulang-pergi Jakarta-Tokyo, akomodasi, konsumsi selama di Jepang, serta transportasi domestik. Fasilitas ini mencakup 18 pemain dan 5 ofisial tim.
Kehadiran kualifikasi ini di Indonesia menjadi momentum penting dalam pembinaan sepak bola usia dini. Akademi dan Sekolah Sepak Bola (SSB) kini memiliki akses lebih dekat untuk mengukur kualitas pemain di level regional sekaligus membuka jalan menuju pengalaman global.
Partisipasi dalam turnamen ini tidak hanya memberikan pengalaman bertanding, tetapi juga peluang bagi pemain muda untuk merasakan standar sepak bola dunia sejak dini.
Selain Yamal yang kini berseragam Barcelona, sejumlah pemain yang pernah tampil di ajang ini dan kini berkembang menjadi pesepak bola profesional level dunia adalah Takefusa Kubo, Gavi, Ansu Fati, hingga Xavi Simons. Selain itu, klub-klub besar Eropa seperti FC Barcelona, Manchester City, Liverpool, dan Arsenal juga pernah ambil bagian.
“Dukungan terhadap turnamen ini merupakan wujud komitmen kami dalam mengembangkan talenta sepak bola Indonesia dan Asia Tenggara, sekaligus menanamkan nilai disiplin, kerja keras, sportivitas, kepemimpinan, dan kerja sama tim untuk bersaing di tingkat global. Kami berharap kompetisi ini dapat memperkuat pembinaan sepak bola usia muda dan melahirkan lebih banyak talenta yang mampu berprestasi di tingkat regional maupun global,” kata Bacelius Ruru, Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk.
Berikut pembagian grup Agung Podomoro Land Cup U-12 Junior Soccer World Challenge 2026 South East Asia Qualifier Jakarta:
Grup A: Garuda Muda FA, Saswco FC, Mazda GB FC (Laos), Kemayoran Premier Football Club, Alaska FA
Grup B: Djakarta Warriors, Beebold FC, SSB Redwood, Persija Development, Bandung Legend
Grup C: Jakarta Islamic School Soccer Club, Immortal FC, Akademi Persib Cimahi, Bandung All Star, SSB Charet’s Tiki
Grup D: Royal Indonesia Football Academy, Persebaya Development, Arek-Arek FC, Royal Junior, SSB Charet’s Taka.
Baca juga: Indonesia tuan rumah Kualifikasi Junior Soccer World Challenge 2026





