Kementerian Komunikasi dan Digital melalui BPSDM Komdigi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan ASEAN Foundation dalam program AI Ready ASEAN di Jakarta, Kamis (4/6). Kerja sama ini difokuskan pada penguatan literasi kecerdasan buatan (AI), pengembangan talenta digital, dan peningkatan kesiapan masyarakat ASEAN menghadapi transformasi digital.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan kerja sama tersebut penting untuk memperkuat adopsi AI di kawasan ASEAN.
“Negara-negara ASEAN membutuhkan satu kerja sama yang kuat dalam rangka untuk memajukan adopsi teknologi AI di kawasan,” kata Nezar, Kamis (4/6).
Menurut dia, negara-negara ASEAN memiliki tantangan serupa, terutama dalam penguatan riset dan pengembangan AI serta peningkatan digital talent. Ia juga menilai ASEAN perlu menjadi sebuah kesatuan teknologi melalui pertukaran pengalaman, teknologi, dan pengembangan keterampilan digital.
Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Piti Srisangnam mengatakan kerja sama ini merupakan komitmen bersama untuk membangun masyarakat yang siap menghadapi masa depan berbasis AI.
"Ini lebih dari sekadar seremoni penandatanganan. Ini adalah perayaan atas visi bersama, memberdayakan masyarakat dengan keterampilan, kepercayaan diri, dan peluang untuk berpartisipasi secara bermakna dalam masa depan yang digerakkan oleh AI,” kata Piti.
Ia mengatakan program AI Ready ASEAN telah dijalankan sejak 2024 dengan dukungan Google dan menargetkan 5,5 juta masyarakat Asia Tenggara memiliki pengetahuan serta kepercayaan diri menghadapi era AI.
Menurut dia, Indonesia menjadi salah satu capaian terbesar program tersebut. Dari target awal 2,7 juta penerima manfaat, program itu telah menjangkau lebih dari 5,3 juta orang di Indonesia.
"Angka ini merepresentasikan lebih dari sekadar jangkauan, mereka merepresentasikan masyarakat yang lebih siap memanfaatkan peluang di era digital,” ujarnya.
Piti menambahkan kolaborasi bersama Komdigi, Ruangguru, dan Bebras Indonesia akan memperluas literasi AI dan penggunaan AI secara bertanggung jawab.
Sementara itu, Kepala BPSDM Komdigi Bonifasius Wahyu Pudjianto mengatakan AI saat ini telah mengubah cara masyarakat belajar, bekerja, dan berkomunikasi sehingga penguatan kapasitas SDM digital menjadi penting.
"AI bukan lagi teknologi masa depan. AI sudah mengubah cara kita belajar, bekerja, berkomunikasi, dan menyelesaikan masalah sehari-hari. Seiring AI menjadi semakin mudah diakses, penting juga memastikan masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menggunakannya secara bertanggung jawab," kata Bonifasius.
Ia menjelaskan BPSDM Komdigi telah menjalankan berbagai program pengembangan talenta digital, termasuk Digital Talent Scholarship yang sejak 2018 telah melatih lebih dari 1,5 juta masyarakat Indonesia.
BPSDM juga menjalankan AI Talent Factory (AITF) bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Brawijaya untuk menyiapkan talenta AI nasional.





