JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Anis Matta menanggapi pandangan yang menyebut Presiden Prabowo Subianto terlalu sering melakukan perjalanan ke luar negeri.
Menurutnya, Presiden Prabowo memulai masa kepemimpinannya ketika dunia tengah menghadapi berbagai krisis.
Ia menilai membangun hubungan dengan para pemimpin dunia menjadi hal yang penting bagi Presiden Prabowo.
"Dalam situasi ini saya kira, apa yang dipikirkan oleh Presiden, yang pertama adalah strong presence, kehadiran yang kuat, memang harus high profile," ujar Anis dalam program Rosi KompasTV yang tayang Kamis (4/6/2026) malam.
Ia mengatakan saat ini dunia tengah mengalami transisi global yang disebabkan oleh krisis yang bersifat sistemik.
Baca Juga: Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tuai Pro-Kontra, Biaya Jadi Sorotan | JURNAL MERAH PUTIH
Sistemik yang dimaksudnya adalah tatanan dunia yang dipakai sejak Perang Dunia II mulai tidak relevan lagi sekarang ini.
Karena itu, institusi-institusi yang ada di bawahnya juga mulai mengalami disfungsi, misalnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyikapi genosida di Gaza, Palestina.
Anis juga menyinggung krisis sistem dan kepemimpinan dunia. Goncangan sistem kepemimpinan dunia ini menciptakan gesekan yang menimbulkan perang supremasi.
Dalam kondisi ini, pemimpin-pemimpin negara perlu melakukan pembicaraan yang bersifat high profile atau secara langsung antarpemimpin negara.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- wamenlu
- anis matta
- kunjungan luar negeri
- presiden
- prabowo subianto





