Cerita Sutama Raup Omzet Rp 7 M dari Bisnis Bengkel yang Didukung Yayasan Astra

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis bengkel menjadi salah satu hal yang punya potensi cuan hingga miliaran rupiah. Hal itu juga bukan barang mustahil bagi bisnis bengkel kecil yang punya keinginan untuk terus naik kelas.

Salah satu cerita sukses itu dialami oleh I Wayan Sutama lewat bengkel mobil Autotama yang dirintisnya dari bisnis kecil hingga kini bisa mendapat omzet hingga Rp 7 miliar setahun. Ia bercerita, bisnis yang juga didukung oleh Yayasan Dharma Bhakti Astra tersebut terus mengalami kenaikan omzet tahunannya meski sempat mengalami fase berat saat pandemi melanda beberapa tahun lalu.

“Lama-kelamaan dari omzet 2022 Rp 1,5 miliar, meningkat Rp 2,7 miliar, Rp 3 miliar, sekarang (2025) kita mencapai ke Rp 7 miliar. Ini selain karena ada jasa, juga karena kita sudah menjual spare part yang semakin banyak. Jadi kenaikannya drastis,” kata Sutama di bengkelnya yang berlokasi di Karang Asem, Bali pada Kamis (4/6).

Terkait ceritanya merintis bisnis bengkel, lulusan Ilmu Peternakan itu bercerita bahwa awalnya memang ia tak memiliki pengalaman di bidang otomotif. Namun, ia memberanikan diri untuk membuka bengkel pertamanya di tahun 2004 bersama 4 karyawan.

Perjalanan bisnis bengkel di awal tersebut bukan tanpa halangan, ia bercerita bahwa ia juga sempat ditinggal para karyawannya namun ia tak menyerah.

“Satu admin, tiga mekanik Akhirnya baru enam bulan buka, tiga mekanik itu semuanya berhenti karena saya dibohongi. Saya kan tidak ada tau apa-apa dibohongi sama mekanik. Akhirnya kita bangkit lagi 2004, akhir sampai 2009 berjalan tapi naik turun tidak pernah naik-naik,” cerita Sutama.

Karena kebuntuan tersebut, akhirnya ia mengirim surel kepada Yayasan Dharma Bhakti Astra untuk mengajukan bengkelnya agar dapat menjadi usaha binaan Astra. Dari situlah, usaha bengkelnya itu mendapat berbagai macam training dari Yayasan Dharma Bhakti Astra.

Sutama menjelaskan training yang didapatkannya cukup memadai untuk mengembangkan bisnis bengkelnya tersebut agar bisa naik kelas. Ia menceritakan, training yang didapat meliputi pelatihan mekanik sampai manajemen.

“Awalnya mekanik dulu 2009, abis 2009 baru saya training di manajemen bengkelnya. Jadi, ini saya tuh berlanjut terus lah, saya mengirim staff training sebagainya, dan mulai saat itu saya dibina, dididik, sehingga bisa tahu manajemen bengkel, bagaimana pelayanan bengkel, dan 2012 itu kita ikut kontes, dapat juara tiga, gitu,” ujarnya.

Jika dari 2004 sampai 2009 ia mengalami fase stagnan sampai bengkelnya menjadi binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra, usaha bengkelnya tersebut mengalami perkembangan pesat sejak tahun 2013.

Dengan ilmu yang didapat dari rangkaian training tersebut, Sutama bercerita fase setelah itu adalah fase di mana ia terus melakukan ekspansi cabang bengkel. Kini, ia sudah memiliki dua cabang dan berencana akan membuka satu cabang lagi tahun ini.

“2013 saya dapat cabang yang pertama, jalan semua, 2017 saya buka cabang yang kedua, jalan juga, dan mudah-mudahan tahun 2026 ini kita akan mulai pembangunan untuk cabang ketiga, ada empat jadinya,” kata Sutama.

Belajar Banyak dari Sesama Binaan Astra

Sutama juga menambahkan bahwa ketika ia menjadikan bengkelnya sebagai binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra, ia tak hanya mendapat ilmu untuk mengembankan bisnisnya. Alih-alih hanya itu, ia mengaku juga mendapat ilmu dari bengkel sesamma binaan Astra.

Salah satu hal yang berharga dari komunitas bengkel sesama binaan Astra atau Himpunan Bengkel Binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (HBBA) menurut Sutama adalah ia tak lagi mudah untuk ‘dibohongi’ terkait dunia perbengkelan.

“Dulu awalnya saya memang sering dibohongi, sebelum bergabung ada spare part palsu, bahkan sering ada orang beli timing belt, rasanya palsu, habis itu putus, habis itu turun overhaul, gitu, dan sebagainya,” ujarnya.

Adapun kini bengkel pusatnya di Karang Asem sudah memiliki banyak layanan. Tak hanya soal mesin, bengkel tersebut kini juga bisa mengerjakan banyak hal seperti detailing salon, kuras oli, spooring dan balancing, perbaikan kaki-kaki, penjualan aksesoris sampai cuci mobil.

Tak hanya fasilitas yang lengkap, dari training yang dapat, Sutama juga sudah menerapkan standar pelayanan pelanggan sesuai standar Astra di bengkel-bengkelnya.

Tak hanya Sutama, Ketua Korwil HBBA Jawa Timur dan Bali, Rachmad Fitrianto, menjelaskan bahwa dengan menjadi binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra kini banyak bengkel yang awalnya hanya bisnis otodidak menjadi lebih tertata.

Salah satu hal yang paling dirasa banyak bengkel binaan adalah adanya ilmu terkait manajemen tata kelola bengkel yang diberikan oleh Yayasan Dharma Bhakti Astra

“Apa saja yang ada di elemen-elemen yang ada di bengkel, contoh kayak kepala bengkel, SA bengkel, teknisi dan lain sebagainya, tata kelola spare partnya dan lain sebagainya. Akhirnya, seiring pertumbuhan itu kita dapat banyak sekali manfaat. Dan bengkel akhirnya bisa growth sampai seperti sekarang,” tutur Rachmad.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tingkatkan Pelayanan, Rudi Hartono Bangun Dukung Peremajaan Gerbong Kereta Api
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Jadi Tersangka KPK, Harta Kekayaan Wamen Imipas Silmy Karim Capai Rp 234 M
• 22 jam laludetik.com
thumb
Peristiwa 5 Juni: Perang Israel-Arab Pecah hingga AIDS Pertama Kali Diakui
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Wamen Imipas Ditahan KPK, Istana Ingatkan Perintah Prabowo Soal Lawan Korupsi
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
BERITA FOTO: Kuburan Kendaraan di Kolong Flyover Tanjung Barat
• 15 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.