Dadan Cs Ditahan, Komisi IX DPR Ingatkan BGN Hati-hati Kelola Anggaran

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini mengaku prihatin mantan tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) terjerat kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kejaksaan Agung (Kejagung). Yahya mengingatkan pimpinan BGN yang baru untuk lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran.

"Saya ikut prihatin atas kasus yang menimpa mereka bertiga. Mereka sangat ceroboh dalam mengelola BGN dan program MBG," kata Yahya kepada wartawan, Jumat (5/6/2026).

Baca juga: Kejagung Telusuri Aliran Dana Insentif SPPG Terafiliasi ke Kantong Dadan cs

Meski begitu, Yahya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Dia juga menjunjung asas praduga tak bersalah hingga ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Yahya menyinggung kasus yang telah diungkap Kejagung tersebut. Menurutnya, hal itu menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola anggaran.

"Kejaksaan Agung telah menyebutkan kasus yang menimpa mereka adalah seperti yang selama ini ramai di publik yaitu kasus pengadaan sepeda motor listrik, pengadaan laptop, dan even organizer," ujarnya.

"Ini menunjukkan adanya tata kelola anggaran yang buruk, sama sekali tidak mempertimbangkan kalau anggaran tersebut bersumber dari uang rakyat," sambungnya.

Politikus Partai Golkar ini juga menyoroti dugaan keterkaitan yayasan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terafiliasi dengan para tersangka. Hal tersebut, menurutnya, berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

"Mestinya mereka mengutamakan mayarakat bukan memanfaatkan jabatan untuk mencari keuntungan. Termasuk di dalamnya dugaan jual beli titik dapur SPPG yang mulai banyak pengaduan dari masyarakat yang dirugikan," katanya.

Yahya lantas mengimbau pimpinan BGN yang baru untuk lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran. Dia menegaskan pimpinan baru harus bebas dari korupsi.

"Saya mengimbau kepada kepala BGN yang baru dan pejabat di lingkungan BGN untuk berhati-hati dalam menggunakan anggaran, harus bersih dan bebas dari korupsi," tegasnya.

Baca juga: Kepala BGN Jelaskan Tugas 2 Wakilnya yang Baru: Awasi Anggaran-Teritorial

Yahya juga mengaku pihaknya tak pernah menerima laporan terkait pengadaan barang di BGN. Ke depan, dia menegaskan pengawasan akan diperketat.

"Ke depan Komisi IX akan meningkatkan pengawasan terkait penggunaan anggaran yang dilakukan oleh BGN. Sehingga pengelolaan anggaran dilakukan secara prudent dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," lanjut dia.

Dia mengatakan kasus yang terjadi itu menunjukkan adanya masalah serius dalam tata kelola. Hal itu membuka celah penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan pribadi.

"Intinya terjadinya berbagai kasus yang menimpa mereka adalah adanya tata kelola yang buruk. Dengan anggaran yang besar mereka tergiur untuk berbuat culas dengan memanfaatkan jabatan untuk mencari keuntungan pribadi," tuturnya.


(amw/zap)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Soal Peluang Usut SPPG TNI-Polri, Kejagung: Tak Semua SPPG Bermasalah
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Menkeu Purbaya Pastikan Utang Luar Negeri Tetap Aman di Tengah Pelemahan Rupiah
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pascabanjir Pidie Jaya, BNPP Tekankan Pentingnya Tanggul Sungai Permanen
• 3 jam laludetik.com
thumb
Laba Bersih Melonjak 45% pada 2025, Alfamidi Siap Tebar Dividen Rp396,2 Miliar
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Presiden Perintahkan Penguatan Integritas, Gus Ipul: Tak Ada Zona Aman Korupsi
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.