Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar secara resmi melepas kontainer ekspor ke-150 Ferron Par Pharmaceuticals di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (4/6/2026). Kontainer tersebut mengangkut produk Metformin Sustained Release (SR), obat untuk diabetes, yang akan dikirim ke Inggris, Belanda, dan Polandia.
Taruna mengatakan, pencapaian tersebut menunjukkan Indonesia tidak lagi hanya berperan sebagai pasar bagi produk farmasi impor, tetapi juga mampu menjadi eksportir yang menembus pasar dengan standar regulasi ketat seperti Eropa.
“Indonesia bukan hanya sekadar pengimpor, tetapi sudah mampu mengekspor bukan hanya ke negara-negara tetangga, menembus pasar Eropa,” ujarnya dalam acara pelepasan ekspor di fasilitas produksi Ferron Par Pharmaceuticals.
Menurutnya, ekspor produk farmasi ke Eropa memberikan sejumlah manfaat strategis, mulai dari peningkatan devisa negara hingga penguatan kepercayaan internasional terhadap kualitas produk kesehatan buatan Indonesia.
Taruna menilai capaian tersebut tidak terlepas dari pengakuan World Health Organization (WHO) terhadap BPOM melalui status World Health Organization Listed Authority (WLA). Dengan status tersebut, Indonesia masuk ke dalam jaringan regulator obat berstandar internasional yang terdiri dari 41 otoritas regulator dari 39 negara.
Dia menjelaskan status WLA menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing industri farmasi nasional di pasar ekspor. Pengakuan internasional terhadap regulator, disebut akan memperkuat reputasi produk yang dihasilkan industri dalam negeri.
Baca Juga
- BPOM Temukan 22 Obat Bahan Alam Mengandung Bahan Kimia, Ini Daftarnya
- Pengusaha Biofarmasi dan Bahan Baku Obat Terimpit Pelemahan Rupiah
- Pemodal Jepang Siap Investasi US$1,4 Miliar di Sektor Farmasi, Bangun Industri Bahan Baku Obat
“Bagaimana kita meningkatkan daya saing adalah pertama-tama meningkatkan reputasi. Kita sudah mendapatkan WLA. Kita setingkat dengan Amerika dan Eropa,” katanya.
Selain memperkuat reputasi regulator, BPOM juga berupaya mempercepat layanan perizinan dan sertifikasi industri tanpa mengurangi standar kualitas. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat ekspansi perusahaan farmasi nasional ke pasar internasional.
Taruna menambahkan, Indonesia saat ini berada pada fase penting untuk memperkuat posisi sebagai produsen produk kesehatan berkualitas global. Untuk mendukung hal tersebut, BPOM menyiapkan sejumlah strategi.
Strategi tersebut mulai dari kemudahan rantai pasok bahan baku, insentif bagi industri yang mengembangkan bahan baku berbasis sumber daya alam, hingga peningkatan jumlah uji klinis untuk mendorong pengembangan produk inovatif.
Data Kementerian Perindustrian menunjukkan nilai ekspor industri farmasi dan obat bahan alam Indonesia mencapai US$639,42 juta sepanjang Januari-September 2024. Status WLA yang dipegang BPOM, dinilai berpotensi menjadi katalis bagi peningkatan ekspor farmasi nasional pada tahun-tahun mendatang.
Sementara itu, Direktur Utama PT Ferron Par Pharmaceuticals Benny Sutisna Suwarno menyampaikan, pengiriman kontainer ke-150 merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjaga standar mutu internasional selama hampir dua dekade.
Ferron yang merupakan bagian dari Dexa Group, telah mengantongi sertifikasi UK-MHRA dan EU-GMP yang menjadi prasyarat penting untuk memasuki pasar farmasi Eropa. Perusahaan juga telah mengekspor produknya secara berkelanjutan ke kawasan tersebut sejak 2008.
“Ini membuktikan bahwa kualitas yang dibangun oleh anak bangsa tidak kalah dengan kualitas multinational company atau negara-negara maju lainnya,” kata Benny.
Dia menambahkan, keberhasilan ekspor berkelanjutan tersebut juga didukung oleh pembinaan dan pengawasan BPOM dalam memastikan kepatuhan terhadap standar mutu internasional.
Menurut Benny, pengiriman kontainer ke-150 menjadi bukti bahwa kolaborasi antara regulator dan industri mampu mendorong produk farmasi Indonesia bersaing di pasar global.
“Sinergi antara Ferron dan BPOM menuju sukses global bukan hanya angan-angan, tetapi menjadi kenyataan dengan dikirimnya kontainer ke-150 menuju Eropa,” tuturnya.
Adapun, keberangkatan kontainer tersebut sekaligus menandai 18 tahun konsistensi Ferron dalam memenuhi standar regulasi dan kualitas yang dipersyaratkan pasar Eropa, salah satu pasar farmasi paling ketat di dunia.





