REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Gerakan Dapur Indonesia (Garuda) menegaskan komitmen penuhnya dalam mengawal kesiapan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh pelosok Tanah Air. Komitmen itu diperkuat setelah Ketua Umum Garuda, Nofalia Heikal Safar, menghadiri Konsolidasi Nasional Program MBG yang dipimpin Presiden RI di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).
Acara konsolidasi berskala besar tersebut dihadiri oleh 12.173 pelaksana dan mitra MBG dari seluruh penjuru Indonesia. Menunjukkan peran strategis organisasi yang dipimpinnya, Nofalia duduk di jajaran paling depan. Dia menyimak langsung arahan strategis dari Presiden RI terkait penguatan dan percepatan program nasional tersebut.
Baca Juga
Survei Poltracking: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Stagnan
Menlu Turki Ungkap Prabowo Tertarik Terlibat Jet Tempur KAAN dan Kapał Selam
Jubir Presiden Bantah Kabar Purbaya Digantikan Chatib Basri
Ada momen menarik saat Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan yang sangat detail terkait kualitas menu makanan. RI 1 berpesan agar telur yang disajikan kepada anak-anak penerima manfaat, harus telur rebus atau ceplok, tidak boleh dadar, demi menjaga kualitas dan nilai gizinya tetap terjaga.
Selain itu, kata Nofalia, porsi lauk ayam juga harus layak agar kebutuhan gizi anak terpenuhi optimal. Merespons arahan tersebut, Nofalia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas ketelitian dan komitmen mendalam dari Prabowo.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Perhatian Bapak Presiden hingga ke hal-hal detail seperti penyajian telur dan porsi ayam menunjukkan keseriusan luar biasa pemerintah. MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan investasi besar untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, kuat, cerdas, dan berdaya saing," ujar Nofalia dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (5/6/2026).