HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Persija Jakarta memulai babak baru dalam persiapan menghadapi musim 2026-2027 dengan melakukan perombakan skuad besar-besaran. Klub ibu kota itu resmi membuang tujuh pemain asing. Mereka tidak akan melanjutkan kebersamaan bersama klub. Ini dilakukan sebagai bagian dari strategi membangun tim yang lebih kompetitif.
Dari tujuh pemain yang meninggalkan Persija, Emaxwell Souza dan Allano Lima menjadi sosok penting dengan kontribusi yang signifikan sepanjang musim lalu.
Emaxwell menutup musim sebagai pencetak gol terbanyak Persija dengan 16 gol dan empat assist dari 31 penampilan. Sementara Allano menjadi penyumbang assist terbanyak dengan sembilan assist serta menambah sembilan gol dalam 29 pertandingan.
Bruno Tubarao juga berperan penting, mencatatkan satu gol dan empat assist dari 27 laga. Di lini belakang, Thales Lira tampil dalam 22 pertandingan selama masa peminjamannya.
Sedangkan Carlos Eduardo menjadi pemain dengan masa bakti terlama di antara tujuh nama yang berpisah. Kiper asal Brasil itu telah membela Persija sejak musim Liga 1 2024-2025 dan mencatatkan 21 pertandingan di Super League 2025-2026 dengan 31 penyelamatan dan delapan clean sheet.
Jean Mota dan Alaaeddine Ajaraie yang bergabung pada jendela transfer pertengahan musim 2025-2026 juga memberikan opsi tambahan di sektor serangan.
Jean Mota mencatatkan satu gol dan empat assist dari 13 penampilan, sementara Alaaeddine membukukan tiga gol dan satu assist dalam 15 pertandingan bersama Persija. Meski singkat, keduanya turut menjadi bagian penting dalam perjalanan tim sepanjang musim lalu.
Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pemain yang telah meninggalkan klub atas dedikasi dan profesionalisme mereka selama membela Macan Kemayoran.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada mereka yang selama ini telah menunjukkan etos kerja, perjuangan, dan profesionalisme yang luar biasa dari hari ke hari bersama Persija. Persija akan terus mengenang kontribusi mereka sebagai bagian dari keluarga besar Macan Kemayoran,” jelas Prapanca.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa klub kini tengah fokus membangun fondasi baru demi menghadapi musim berikutnya.
“Saat ini kami terus bekerja untuk membentuk tim yang lebih tangguh pada musim depan, termasuk mendatangkan pelatih dan pemain-pemain yang dapat mengantarkan Persija ke level yang lebih baik,” bebernya.
Kepergian tujuh pemain ini menandai awal dari proses perombakan skuad yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing Persija pada musim 2026-2027 mendatang.





