JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menyebut pemerintah membutuhkan Mayjen Trenggono sebagai Wakil Ketua BGN karena yang bersangkutan ahli dalam teritorial. Nanik berharap dengan bergabungnya Trenggono, program MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar dapat berjalan optimal.
Demikian Nanik S Deyang sebagaimana laporan Jurnalis Kompas TV Renata Pricilla Panggalo, Kamis (4/6/2026).
“Beliau sebelumnya adalah Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Mengapa ada militer? Nanti kaitannya dengan program 3T, di mana kami membutuhkan ahli teritorial di situ,” ujar Nanik.
Sementara itu, Nanik dikonfirmasi mengenai Wakil Kepala BGN Mayjen Trenggono yang masih berstatus sebagai anggota aktif TNI. Nanik S Deyang membenarkan dan mengatakan bahwa proses pengunduran diri Trenggono sudah dilakukan sejak kemarin.
Baca Juga: Menko Polkam Minta Pemda Tingkatkan Kerja Sama dengan Forkopimda demi Kesejahteraan Rakyat
“Kemudian di sebelah saya, Bapak Mayjen TNI Trenggono, S.I.P., M.A.P. Sebelum ditanyakan mengapa TNI aktif, saya sampaikan beliau sudah mengajukan proses pengunduran diri dan mungkin dalam waktu dekat beliau sudah pensiun,” ucap Nanik.
“Namun proses pengunduran dirinya sudah dilakukan dan berlangsung sejak kemarin.”
Sebelumnya Kejaksaan Agung resmi menahan Dadan Hindayana (DH) selaku mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya (SS) selaku mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi (pensiunan Irjen Polisi), dan Lodewyk Pusung (LP) mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi (pensiunan Letjen TNI) pada Rabu, 3 Juni 2026.
Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelewengan tata kelola program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2025-2026.
Baca Juga: Bareskrim Selidiki Dugaan Manipulasi Data Ekspor Komoditas Sawit, Geledah Perusahaan hingga Gudang
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- nanik s deyang
- trenggono
- trenggono wakil ketua bgn
- trenggono bgn
- trenggono ahli teritorial
- badan gizi nasional





