Menhub Dudy Pastikan Proyek Jalur Kereta Trans Sumatra Tak Sedot APBN

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mengatakan pengembangan proyek Trans Railway Sumatra (jalur kereta Trans Sumatra) rute Banda Aceh hingga Bandar Lampung tidak akan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hal itu disampaikan Dudy usai rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 4 Juni 2026.

Baca Juga :
Purbaya Yakinkan S&P Global Ratings soal Ketahanan Fiskal dan Fundamental Ekonomi RI
Rupiah Tembus Rp18.000, Banggar DPR: Sudah Undervalued, Lewati Level Psikologis!

Dudy menjelaskan, pemerintah akan mencari berbagai skema pembiayaan alternatif guna mendukung percepatan pembangunan jaringan perkeretaapian tersebut.

"Kita tentu harus berinovasi ya, kita tidak tidak hanya menggantungkan dari anggaran pemerintah saja. Tapi kita harus berinovasi supaya kita bisa mendapatkan pendanaan di luar APBN," kata Dudy kepada wartawan.

Pemerintah akan mengedepankan berbagai inovasi pembiayaan sehingga pengembangan jalur kereta Trans Sumatra dapat berjalan tanpa bergantung pada dukungan APBN,

Dudy mengatakan pemerintah membuka peluang keterlibatan berbagai sumber pendanaan di luar APBN untuk mendukung realisasi proyek strategis transportasi nasional tersebut.

Ia menambahkan keterlibatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara) maupun sektor swasta menjadi salah satu harapan pemerintah dalam mendukung pembiayaan pembangunan jalur kereta Trans Sumatra.

"Iya, tentunya harapan kita (bakal melibatkan Danantara atau private sector)," ujarnya.

Proyek jalur kereta Trans Sumatra merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat jaringan perkeretaapian di luar Pulau Jawa, terutama untuk mendukung angkutan logistik yang lebih efisien sehingga dapat menunjang pertumbuhan ekonomi nasional.

"Ini kita akan matangkan. Kemudian kita akan segera tindak lanjuti sebagai bagian dari harapan maupun keinginan Presiden (Prabowo Subianto) untuk mengembangkan transportasi kereta api yang lebih efisien khususnya di luar Jawa," katanya.

Pemerintah telah membentuk tim khusus untuk mengkaji pengembangan jaringan kereta api Trans Sumatra dengan panjang sekitar 1.700 kilometer (km) yang menghubungkan Banda Aceh hingga Bandar Lampung.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengatakan pembentukan tim tersebut merupakan tindak arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan jaringan rel perkeretaapian di luar Jawa.

Bobby mengaku pihaknya segera melakukan pengkajian terkait proyek pengembangan jalur kereta api tersebut bersama jajaran Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infrawil), Danantara, termasuk Kementerian Perhubungan.

Baca Juga :
19 Kasus Pelemparan ke Kereta Api Sepanjang 2026, Pelaku Kebanyakan di Bawah 17 Tahun hingga Lukai Masinis-Penumpang
Sekjen PDIP: APBN RI Sangat Mengkhawatirkan, Gali Lubang Tutup Lubang
Bela Prabowo, BKPRMI Tegaskan Bantuan Kurban Presiden Pakai APBN Tak Bertentangan Hukum

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Xi Jinping Akan ke Korea Utara Pekan Depan
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
BMKG: Jakarta Berawan dan Panas, Suhu Maksimum Capai 35 Derajat
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Kelas Menengah dan Daya Beli Masyarakat Perlu Diperkuat, Kadin Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Industri
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Erin Eks Istri Andre Taulany Disomasi Buntut Tahan Gaji Hingga ATM Mantan ART
• 45 menit lalugrid.id
thumb
Prabowo Datangi Wisma Danantara, Ada Apa?
• 18 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.