Oman Bertekad Perpanjang Dominasi atas Indonesia pada Debut Tariq Sektioui

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim nasional Oman datang ke Jakarta dengan misi mempertahankan catatan positif saat menghadapi Indonesia. Pelatih Oman Tariq Sektioui menegaskan, timnya ingin memperpanjang rekor tak terkalahkan atas skuad Garuda yang telah bertahan selama hampir empat dekade.

Kedua tim akan berhadapan dalam laga FIFA Match Day di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6/2026) malam. Bagi Sektioui, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk memulai era barunya bersama Oman dengan hasil positif.

Baca Juga
  • Kevin Diks Sebut Ridho Layak Jadi Kapten, Baker Dinilai Punya Masa Depan Cerah di Timnas
  • John Herdman Incar Kemenangan Perdana Timnas Indonesia atas Oman Setelah 38 Tahun
  • Verdonk Siap Bermain Lawan Oman, Marselino Diragukan Turun

"Tentu saja, sudah sangat lama Indonesia tidak menang melawan Oman, dan dari sisi kami, kami akan mencoba untuk memperpanjang periode tersebut," kata Sektioui dalam konferensi pers prapertandingan di SUGBK, Kamis (4/6/2026).

Berdasarkan catatan pertemuan kedua tim, Indonesia dan Oman sudah bertemu enam kali sejak 1987. Garuda sempat mendominasi dua pertemuan pertama dengan kemenangan 2-0 dan 3-0 pada ajang King's Cup 1987 dan 1988.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Namun setelah itu Indonesia tidak pernah lagi merasakan kemenangan. Dari empat pertemuan berikutnya, Oman membukukan tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Pada pertemuan terakhir tahun 2021, Indonesia yang saat itu dilatih Shin Tae-yong kalah 1-3 dalam laga persahabatan internasional.

Meski membawa modal sejarah yang menguntungkan, Sektioui menegaskan hasil pertandingan bukan satu-satunya fokus Oman. Pelatih asal Maroko tersebut lebih menaruh perhatian pada proses pembentukan tim yang tengah memasuki fase baru di bawah kepemimpinannya.

Laga melawan Indonesia menjadi debut Sektioui setelah ditunjuk menangani Oman. Karena itu, ia ingin melihat perkembangan permainan tim sekaligus membangun fondasi untuk berbagai agenda penting yang akan datang.

"Ini adalah kesempatan yang baik untuk melanjutkan persiapan kami untuk turnamen Piala Negara Teluk berikutnya, untuk Piala Asia, dan mudah-mudahan untuk Piala Dunia berikutnya," ujar mantan pelatih tim B Maroko tersebut.

Walaupun berstatus laga persahabatan, Sektioui memastikan Oman akan tampil dengan keseriusan penuh.

"Meski ini pertandingan persahabatan, kami akan sangat serius. Kami selalu mencoba untuk menang dan berusaha mendapatkan sebanyak mungkin manfaat dari pertandingan ini," katanya.

Semangat yang sama juga disampaikan bek senior Oman, Khalid Al-Braiki. Pemain berusia 32 tahun itu mengaku antusias menghadapi Indonesia yang menurutnya berkembang menjadi salah satu tim modern di kawasan Asia.

Al-Braiki mengaku mengikuti kiprah Indonesia pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Meski gagal lolos setelah kalah dari Arab Saudi dan Irak, ia menilai skuad Garuda tetap menunjukkan kualitas yang patut diperhitungkan.

"Kami melihat pertandingan mereka di kualifikasi terakhir dan itu adalah tim yang sangat bagus. Jadi kami sangat senang bermain melawan Indonesia," kata Al-Braiki.

Menariknya, Oman dan Indonesia memiliki nasib serupa pada kualifikasi Piala Dunia 2026. Kedua tim sama-sama terhenti pada putaran keempat dan gagal mengamankan tiket ke putaran final.

Kini, Oman memulai lembaran baru bersama Sektioui, sementara Indonesia juga tengah memasuki era baru di bawah asuhan John Herdman. Karena itu, pertandingan di SUGBK bukan sekadar ajang uji coba, melainkan momentum bagi kedua tim untuk mengukur perkembangan mereka menjelang agenda besar berikutnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Timnas Indonesia (@timnasindonesia)

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Empat Bulan Setelah Pasang Ring Jantung, Tio Pakusadewo Kembali Jalani Perawatan Intensif
• 3 jam lalugrid.id
thumb
John Herdman: Calvin Verdonk dalam Kondisi Bugar dan Siap Bela Timnas Indonesia Vs Oman
• 17 jam lalubola.com
thumb
Macam-Macam Tipe Introvert
• 21 jam lalubeautynesia.id
thumb
GMNI Jakarta Soroti Aksi Militerisme, Minta TNI Fokus Urus Pertahanan
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Wamenperin Ungkap Faktor Industri Domestik Tak Terganggu Pelemahan Rupiah
• 22 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.