Pemulihan Infrastuktur Pasca Bencana di Sumut Ditargetkan Rampung 2028

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Kementerian PU menargetkan pemulihan infrastruktur pasca bencana di Sumut rampung secara bertahap pada 2028.

Pemulihan Infrastuktur Pasca Bencana di Sumut Ditargetkan Rampung 2028. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel -  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pemulihan infrastruktur pasca bencana di Sumatera Utara (Sumut) akan rampung secara bertahap pada 2027 hingga 2028 mendatang.

Menteri PU Dody Hanggodo melaporkan, saat ini pemulihan infrastruktur konektivitas telah dilakukan untuk 274 lokasi yang terdampak bencana, ditargetkan sebanyak 99 lokasi prioritas diselesaikan pada 2026, sementara sisanya dirampungkan 2 tahun ke depan.

Baca Juga:
Pemerintah Siap Gelontorkan Rp100,166 Triliun untuk Proses Pemulihan Permanen Bencana Sumatera 

"Akses jalan dan jembatan adalah kunci utama pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, sejak awal kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami," kata Dody dalam keterangan resmi, Kamis (4/6/2026).

Penanganan infrastruktur dilakukan pada 5 klaster koridor utama jalan nasional dengan panjang ruas jalan mencapai 500 km. Pekerjaan tanggap darurat dilaksanakan sejak November 2025 dan telah selesai pada Januari 2026, kemudian dilanjutkan dengan tahap rehabilitasi rekonstruksi.

Baca Juga:
Indonesia Peringkat 3 Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia

Secara keseluruhan progres pekerjaan penanganan pasca bencana pada seluruh klaster mencapai 18,31 persen, atau sebanyak 45 lokasi yang dilaksanakan secara permanen.

Secara rinci, klaster 1 meliputi ruas Tarutung–Sipirok–Padang Sidempuan sepanjang 105,55 km pada 52 titik terdampak. Tahun 2026 ditangani pada 22 titik, dimana saat ini progres pekerjaan telah mencapai 14,10 persen.

Baca Juga:
Sebanyak 3.084 Sekolah Direvitalisasi Pascabencana Sumatera

Klaster 2 ruas Batas Aceh–Sibolga dan Rampa–Poriaha sepanjang 131,19 km, pada 69 titik terdampak. Pada 2026 ditangani 33 titik, di mana saat ini sedang proses konstruksi di 14 lokasi dengan progres 21,50 persen.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadi Kepala BGN, Nanik Deyang: Saya Sarjana Biologi Bukan Kehutanan
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
PAM Jaya Hentikan Sementara Air di 45 Kelurahan Jakarta 5–7 Juni 2026, Ini Penjelasan Pramono Anung
• 5 jam laludisway.id
thumb
KPK: Korupsi di Imigrasi Bersifat Sistemik, Menjalar dari Wilayah hingga Pusat
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Sejumlah Kasus Kriminal Warnai Jakarta, dari Dugaan Penyekapan hingga Kematian Dua WNA di Apartemen
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Pabrik Tekstil Setengah Menganggur, Tertekan Pelemahan Rupiah dan Impor Cina
• 19 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.