Bandara Kuwait Diserang Drone Iran : 1 Orang Tewas dan Melukai Lebih 60 Orang, Militer AS Melancarkan Operasi Balasan

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Menurut laporan New Tang Dynasty Television (NTD), pada Rabu (3 Juni), Bandara Internasional Kuwait diserang oleh drone Iran. Asap tebal terlihat membumbung di lokasi kejadian. Serangan tersebut menyebabkan satu orang tewas dan lebih dari 60 orang terluka.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dalam sebuah wawancara baru-baru ini mengatakan bahwa Iran telah menyetujui untuk tidak memiliki senjata nuklir. Ia juga menyatakan bahwa jika ada kesempatan, ia mungkin akan bertemu dengan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba. Pada Rabu malam, Trump mengatakan bahwa perundingan dengan Iran berjalan “sangat baik” dan mengisyaratkan bahwa kesepakatan mungkin dapat dicapai pada akhir pekan ini.

Bandara Kuwait Diserang Drone Iran, AS Melakukan Serangan Balasan

Seorang perekam video di lokasi berkata:”Di sini terbakar!”

Pada Rabu, Bandara Internasional Kuwait diserang oleh drone Iran. Asap tebal membumbung ke udara dan lokasi kejadian tampak porak-poranda. Serangan tersebut menewaskan seorang warga negara India dan melukai lebih dari 60 orang. Operasional penerbangan sempat dihentikan untuk sementara.

Kementerian Luar Negeri Kuwait pada hari yang sama mengecam serangan berulang Iran dengan istilah yang paling keras, menyebutnya sebagai tindakan barbar.

Negara-negara Timur Tengah seperti Lebanon, Arab Saudi, Qatar, Yordania, dan Uni Emirat Arab juga secara serempak mengecam tindakan Iran.

Sebelumnya, Iran juga menembakkan sejumlah rudal ke pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain, serta mengklaim tindakan tersebut sebagai gelombang balasan terbaru. Militer AS menyatakan bahwa rudal-rudal itu either meleset dari sasaran atau berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.

Sehari sebelumnya, United States Central Command (CENTCOM) mengumumkan bahwa pesawat tempur AS menembakkan rudal Hellfire dan melumpuhkan kapal tanker kosong bernama Lexi yang berusaha memasuki zona blokade.

Setelah itu, Islamic Revolutionary Guard Corps dilaporkan meluncurkan drone ke arah kapal-kapal sipil di Teluk Persia. Militer AS kemudian melakukan “serangan pertahanan diri”, menembak jatuh drone yang memasuki wilayah operasi dan menghancurkan fasilitas militer Iran di Pulau Qeshm.

Menurut laporan Kantor Berita Internasional Iran, pada Rabu sejumlah kota Iran, termasuk Teheran, Karaj, Bojnurd, dan Urmia, terdengar suara ledakan disertai sirine pertahanan udara.

Seorang reporter CNN yang berada di Iran mengatakan: “Semua ini tentu membuat situasi menjadi sangat rumit. Saat ini kedua pihak masih mengatakan bahwa mereka berkomitmen untuk mencoba mencapai suatu bentuk kesepakatan guna mengakhiri perang.”

Trump: Iran Setuju Tidak Memiliki Senjata Nuklir, Blokade AS Mungkin Berlanjut hingga September

Dalam wawancara dengan program “Pod Force One”, Presiden Trump mengatakan bahwa Iran telah menyetujui untuk tidak memiliki senjata nuklir. Menurutnya, terlepas dari apakah Iran nantinya akan mengubah sikap atau tidak, Teheran harus mematuhi komitmen tersebut.

“Kami harus memastikan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” katanya. 

Trump juga mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak perlu mengerahkan pasukan darat ke Iran dan menegaskan bahwa serangan udara telah menghancurkan sebagian besar kekuatan militer Iran.

“Iran tidak memiliki angkatan laut, tidak memiliki angkatan udara, dan jumlah tentaranya sangat sedikit. Mereka juga tidak memiliki kepemimpinan yang efektif. Maksud saya, para pemimpin awal mereka sudah disingkirkan,” katanya. 

Trump juga menyebut bahwa Mojtaba, yang jarang muncul di hadapan publik, turut terlibat dalam dialog yang sedang berlangsung. Ia menambahkan bahwa dirinya mungkin akan bertemu dengan Mojtaba pada suatu waktu nanti.

Selain itu, Trump mengungkapkan bahwa blokade laut yang diberlakukan militer AS terhadap Iran kemungkinan akan berlangsung hingga September.

CENTCOM mengkonfirmasi bahwa hingga 3 Juni, militer AS telah memerintahkan 125 kapal dagang untuk berbalik arah dan melumpuhkan enam kapal yang dianggap melanggar aturan blokade.

“Ekonomi mereka sedang runtuh. Inflasi mencapai 250 persen. Bisa dikatakan semua kondisi buruk berkumpul menjadi satu,” ujarnya. 

Sumber : NTDTV.com.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamenhaj: Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Warga Palestina
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Bakal Lantik Nanik S. Deyang Jadi Kepala BGN Minggu Depan
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Bandara Kuwait Diserang Drone Iran : 1 Orang Tewas dan Melukai Lebih 60 Orang, Militer AS Melancarkan Operasi Balasan
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Timnas Indonesia vs Oman Malam Ini, Ini Skuad Lengkap Garuda di FIFA Matchday Juni 2026
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bumboo Fat Oil Ajak Orang Tua Memahami Peran Lemak untuk Tumbuh Kembang Anak
• 17 jam laluherstory.co.id
Berhasil disimpan.