Pemprov Jabar Raih Opini WTP ke-15 Kali Berturut-turut dari BPK RI, Ini Harapan KDM

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemprov Jabar berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Capaian ini merupakan WTP yang ke-15 kali diraih secara berturut-turut.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan, WTP yang diberikan merupakan hasil kinerja kolektif dan efektif Pemprov Jabar dalam menjalankan rencana pembangunan. Hal tersebut diungkapkan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat dengan agenda Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas LKPD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2025 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).

Baca Juga :
Buka-bukaan! Umuh Muchtar Spill Calon Pemain Baru Persib Bandung: Bobotoh Pasti Senang
Seloroh Kakang Rudianto Setelah KDM Kasih Bonus Juara Rp1 Miliar untuk Persib Bandung: Tahun Depan Lagi Pak

Ia menegaskan bahwa capaian opini WTP harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan publik, bukan sekadar memenuhi aspek administrasi keuangan.

“Semoga WTP yang diberikan ini merupakan cerminan kinerja efektif Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pembangunan. Dan semoga kita tidak hanya puas pada WTP, tetapi juga pada kepuasan publik serta kualitas pembangunan yang dirasakan masyarakat,” kata KDM, sapaan akrab gubernur, dikutip Jumat, 5 Juni 2026.

KDM juga menyampaikan terima kasih kepada DPRD Jawa Barat yang selama ini menjalankan fungsi pengawasan serta seluruh aparatur Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang terlibat dalam pengelolaan keuangan daerah.

"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran DPRD Jabar, BPK RI dan BPK Jabar yang konsisten melakukan evaluasi, kritik, dan saran bagi perbaikan pelayanan di Provinsi Jabar. Juga kepada seluruh pegawai Provinsi Jawa Barat, mulai dari kepala OPD sampai yang menyusun SPJ,” tuturnya.

KDM berharap BPK RI nantinya tidak hanya memeriksa sampel namun dapat memeriksa seluruh laporan keuangan OPD di Jabar agar hasil pemeriksaan lebih optimal dan komprehensif.

Ia juga menanggapi catatan BPK terkait pengelolaan belanja daerah. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki optimisme yang tinggi untuk mendorong pembangunan, namun kemampuan fiskal daerah turut dipengaruhi oleh realisasi transfer dari pemerintah pusat.

“Kalau kemampuan berdasarkan pendapatan daerah, sebenarnya relatif tercapai. Yang tidak tercapai adalah dana transfer dari pemerintah pusat, khususnya Dana Bagi Hasil,” katanya.

Baca Juga :
KDM Tekankan Pentingnya Harmonisasi Antarlembaga Sambut Kajati Baru
Di Depan Dedi Mulyadi, Umuh Muchtar Spill Kriteria Calon Pemain Baru Persib Bandung
Penuhi Janji, Dedi Mulyadi Serahkan Bonus Rp1 Miliar kepada Persib Bandung Usai Raih Three-peat Gelar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Microsoft Rilis 7 Model AI Baru, Kurangi Ketergantungan OpenAI
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Masih Rawan Terkoreksi, Analis Rekomendasikan Saham AMRT, MDKA, CBDK, RAJA
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kasus Pelajar SMK Dikeroyok hingga Diinjak-injak di Bogor Berakhir Damai
• 4 jam laludetik.com
thumb
SBY Ingatkan Bahaya Ketidakpastian Global, Ekonomi Akar Rumput Jadi Benteng Ketahanan Bangsa
• 9 jam laludisway.id
thumb
Tambah Armada, TMAS Siapkan Capex Rp2,5 Triliun 
• 1 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.