Jakarta, CNBC Indonesia - Ajang FIFA World Cup atau Piala Dunia FIFA selalu menjadi perhatian dunia. Tahun ini Piala Dunia akan diikuti 48 tim yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Namun, banyak penggemar sepak bola bertanya-tanya mengapa turnamen sepakbola terbesar di dunia tersebut hanya digelar setiap empat tahun sekali, bukan setiap tahun seperti kompetisi olahraga lainnya.
Mengutip Goal, ada beberapa alasan mengapa Piala Dunia diadakan setiap empat tahun, salah satunya adalah banyaknya pertandingan kualifikasi yang harus dimainkan di seluruh dunia untuk menentukan finalis. Tim-tim bermain di pertandingan kualifikasi regional untuk mengamankan posisi mereka di final, dan proses ini membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diselesaikan.
Kompetisi ini juga merupakan salah satu turnamen olahraga terbesar di dunia, yang berarti dibutuhkan perencanaan yang luar biasa dan infrastruktur yang memadai agar pertandingan dapat berlangsung. Piala Dunia 2026 akan menampilkan 104 pertandingan yang dimainkan selama 39 hari di tiga negara dan 16 stadion berbeda.
Pada Piala Dunia 2022, tujuh stadion baru dibangun dalam kurun waktu 12 tahun antara pengumuman Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 dan turnamen tersebut benar-benar berlangsung. Stadion Internasional Khalifa juga direnovasi.
Siklus empat tahun berarti Piala Dunia FIFA mengikuti pola yang sama dengan Olimpiade. Untuk menghindari bentrokan antara dua acara olahraga global tersebut, Piala Dunia pertama diselenggarakan di tengah-tengah dua Olimpiade pada tahun 1930. Praktik ini berlanjut hingga saat ini.
Kepadatan jadwal dan kesejahteraan pemain juga perlu dipertimbangkan dalam penjadwalan turnamen besar. Bintang-bintang top sudah menghadapi jadwal yang padat karena kompetisi liga dan piala serta turnamen Eropa dan, dalam beberapa kasus, Piala Dunia Antarklub.
Tim internasional juga bermain di turnamen kontinental, termasuk Euro, AFCON, dan Copa America. Kompetisi-kompetisi ini berlangsung di antara Piala Dunia.
Bisakah Piala Dunia diadakan lebih sering?
Badan pengatur sepak bola dunia, FIFA, sebelumnya telah meluncurkan studi kelayakan tentang kemungkinan penyelenggaraan Piala Dunia setiap dua tahun sekali, bukan empat tahun sekali. Usulan tersebut datang dari federasi sepak bola Arab Saudi, dengan presiden FIFA Gianni Infantino menyebutnya sebagai usulan yang fasih dan terperinci.
Studi kelayakan menunjukkan negara-negara anggota akan mendapatkan tambahan US$ 19 juta (Rp 343 miliar) dari Piala Dunia dua tahunan, tetapi ide tersebut ditentang oleh badan pengatur sepak bola Eropa, UEFA, serta badan pengatur Amerika Selatan, CONMEBOL.
Mantan bos Liverpool, Jurgen Klopp, juga menyuarakan penentangannya terhadap langkah tersebut.
"Lebih banyak pertandingan? Itu berarti setiap tahun ada turnamen? Tidak mungkin, itu tidak benar. Di mana pramusim yang bagus dan sangat penting, di mana tidak ada turnamen sama sekali? Semua orang yang berlatih untuk kompetisi besar membutuhkan persiapan," katanya kepada Guardian.
(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google




