JAKARTA, KOMPAS.TV - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah menguat pada Jumat (5/6/2026). Pada pukul 09.01 WIB, nilai tukar dolar AS berada di level Rp18.049.
Dalam beberapa hari terakhir, rupiah bergerak di bawah tekanan seiring menguatnya dolar AS, tingginya permintaan valuta asing (valas), serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Di tengah kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) terus memperkuat berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah agar tetap sejalan dengan fundamental ekonomi nasional.
Bank Indonesia juga menempuh sejumlah kebijakan moneter dan pengaturan transaksi valas guna memperkuat stabilitas rupiah.
Dikutip dari unggahan akun Instagram resmi @bank_indonesia, Kamis (4/6/2026), berikut tujuh strategi BI dalam menjaga stabilitas rupiah.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Masih dalam Rentang Simulasi
1. Memperkuat intervensi di pasar valas.
BI memperkuat intervensi di pasar valas, baik di dalam maupun luar negeri. BI melalui transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri pada pusat-pusat keuangan global secara berkelanjutan (around the clock).
2. Mengoptimalkan instrumen SRBI agar aset rupiah tetap menarik.
BI juga menaikkan suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dalam beberapa bulan terakhir. Kebijakan ini dinilai berhasil mendorong kembali aliran modal asing (portfolio inflow) ke pasar keuangan domestik setelah sebelumnya sempat mengalami outflow.
"Masuknya aliran modal tersebut membantu memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung kecukupan pasokan valas di dalam negeri," tulis BI.
3. Membeli SBN di pasar sekunder sebagai bentuk sinergi fiskal dan moneter.
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- Dolar
- Rupiah
- Dolar 18000
- Dolar tembus 18000
- nilai tukar rupiah
- bank indonesia





