jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai Tanjung Priok memperkuat literasi kepabeanan dan cukai di kalangan akademisi melalui kegiatan edukasi dan kunjungan lapangan bagi mahasiswa.
Kunjungan itu bertujuan untuk mempelajari secara langsung proses bisnis kepabeanan dan cukai di kawasan pelabuhan.
BACA JUGA: Tingkatkan Literasi Kepabeanan, Bea Cukai Yogyakarta Edukasi Pelajar dan Mahasiswa
Sepanjang Mei 2026, Bea Cukai menerika kunjungan mahasiswa dari dua universitas.
Pertama mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta pada Selasa (5/5) dan mahasiswa dari Program Studi Perdagangan Internasional Universitas Widyatama Bandung pada Selasa (12/5).
BACA JUGA: Bea Cukai Asistensi Pelaku Usaha Kawasan Berikat di Batang hingga Kendal, Ini Tujuannya
Kedua kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 165 mahasiswa beserta dosen pendamping.
Kunjungan mahasiswa UPN Veteran Jakarta diikuti sekitar 100 peserta, sedangkan Universitas Widyatama sebanyak 65 mahasiswa.
BACA JUGA: Bea Cukai Intensifkan Berantas Rokok Ilegal, Sasar Titik Distribusi & Pengiriman Barang
Rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu pemaparan materi di Aula Sinergi KPU Bea Cukai Tanjung Priok dan kunjungan lapangan ke Terminal Peti Kemas New Priok Container Terminal (NPCT 1).
Dalam sesi pemaparan materi, peserta memperoleh penjelasan mengenai tugas dan fungsi Bea Cukai, peran Bea Cukai sebagai revenue collector, community protector, trade facilitator, dan industrial assistance, serta gambaran umum proses kepabeanan dan prosedur ekspor-impor di pelabuhan.
Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman terkait pengawasan kepabeanan, ketentuan larangan dan pembatasan (lartas), serta berbagai kebijakan yang mendukung kelancaran arus logistik nasional.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi KPU Bea Cukai Tanjung Priok, Niko Budi Dharma mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Bea Cukai dalam membuka ruang pembelajaran bagi kalangan akademisi.
“Melalui kegiatan kunjungan lapangan ini, pihaknya membuka ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami peran Bea Cukai dalam mengawasi lalu lintas barang keluar dan masuk Indonesia," ungkapnya.
"Kami juga berharap mahasiswa dapat memahami proses rantai logistik, peran Bea Cukai sebagai trade facilitator, serta pentingnya penyebaran informasi yang benar terkait kepabeanan dan cukai kepada masyarakat,” sambung Niko.
Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyatama, Muhammad Bayu Aji Sumantri menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai Tanjung Priok atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa untuk belajar langsung di lingkungan kerja kepabeanan.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan nilai tambah bagi mahasiswa karena memungkinkan mereka melihat secara langsung implementasi teori yang dipelajari di bangku kuliah dalam praktik pelayanan dan pengawasan ekspor-impor di pelabuhan.
Selain menerima materi di kelas, mahasiswa juga diajak mengunjungi kawasan pelabuhan untuk melihat langsung aktivitas kepabeanan dan proses pelayanan di terminal peti kemas.
Pada kesempatan tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai mekanisme pengawasan barang, termasuk penggunaan alat pemindai peti kemas sebagai bagian dari upaya pengawasan modern yang diterapkan Bea Cukai.
Melalui kegiatan kunjungan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai kepabeanan dan cukai, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata mengenai peran strategis Bea Cukai dalam mendukung perdagangan internasional, menjaga kelancaran arus barang, melindungi masyarakat, serta mendukung pertumbuhan perekonomian nasional.
Bea Cukai Tanjung Priok berkomitmen untuk terus membuka ruang edukasi dan kolaborasi dengan kalangan akademisi sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi kepabeanan dan cukai serta membangun pemahaman yang lebih baik mengenai tugas dan fungsi Bea Cukai di tengah masyarakat. (jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Bea Cukai Dorong UMKM & Produk Daerah Tembus Pasar Global Lewat Pendampingan Ekspor
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com




