Pergerakan Koperasi Sapi di Lamongan: Olah Limbah Jadi Pupuk Organik-Jualan Sate

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Puluhan sapi lahap memakan rumput yang diambil Tomi Distianto pada Selasa sore (12/5). Setiap hari, Tomi memang mengontrol langsung aktivitas peternakan yang tergabung dalam Koperasi Tani Ternak Literasi di Desa Sumbersari, Lamongan.

Tomi yang berperan sebagai ketua koperasi ingin memastikan peternakan yang dijalankannya berkembang dengan baik. Ada 235 ekor sapi dan kambing yang saat ini dikelola Koperasi Tani Ternak Literasi. 70 di antaranya dirawat di kandang koperasi, sisanya tersebar di kandang milik anggota.

Semula, Tomi hanya fokus budidaya ternak sapi jenis limosin, simmental, dan lokalan saja. Lalu, berkembang ke usaha lainnya seperti mengolah limbah dan jualan pupuk organik.

"Jadi peternakan di sini bukan hanya sekadar peternakan, tetapi harapan bagi peternak yang ada di sekitar kita, sehingga kita kembangkan unit usaha yang lain, yaitu pengolahan limbah," kata Tomi.

Pengolahan limbah tersebut diwadahi lewat Bank Limbah Ternak Sumbersari atau Bank Literasi. Warga yang tergabung menjadi nasabah bank itu bisa menyetorkan kotoran ternaknya untuk diolah oleh koperasi. Saat ini, tercatat ada 250 warga menjadi nasabah yang menyetorkan kotoran ternak ke Bank Literasi.

"Kotoran ternak ini sebelumnya banyak terbuang, tidak termanfaatkan, justru menjadi sumber masalah penyebaran lingkungan. Tetapi melalui bank literasi ini bisa meminimalisir, menjadi salah satu solusi bagi peternakan yang ada di wilayah kami, sehingga mereka bisa menambah pendapatan bagi peternak, karena mendapatkan upah kerja," terang Tomi.

"Melalui inovasi yang kami lakukan dari pengolahan limbah itu, kami semakin dikenal melalui produk yang kita jual, yaitu produk pupuk organik yang kita beri merek yaitu Literasi," tambahnya.

Tomi mengungkapkan produk pupuk itu sudah dipasarkan ke berbagai wilayah, termasuk di luar Kabupaten Lamongan. Tidak berhenti di situ, Koperasi Tani Ternak Literasi juga merambah ke bisnis katering hingga pendidikan mengenai peternakan.

"Juga ada katering dan layanan akikah, dan ada Edufarm Literasi. Koperasi literasi ini mengelola Edufarm, di mana juga sering dijadikan tempat pelatihan, kunjungan-kunjungan, magang, Prakerin SMK peternakan, atau dari berbagai universitas yang melakukan penelitian-penelitian di sini," ungkap Tomi.

Tomi berharap dengan semakin banyak yang terlibat di Koperasi Tani Ternak Literasi bisa berdampak positif ke pendapatan anggota dan petani atau peternak di wilayah Sumbersari.

Secara struktural, ada 34 orang di Koperasi Tani Ternak Literasi. Lalu, koperasi ini juga membina 6 kelompok ternak di sekitar Sumbersari. Sehingga, total ada 120 orang yang tergabung dalam anggota koperasi.

Tomi mengakui perkembangan yang terjadi di Koperasi Tani Ternak Literasi tidak datang begitu saja. Ada keterlibatan pihak-pihak lain, seperti Bank Indonesia (BI). Ia mengungkapkan sejak 2023 BI memberikan pembinaan, pendampingan, hingga bantuan gazebo yang berdampak positif untuk keberlanjutan koperasi.

"Kami diajari BI bagaimana mengelola manajemen kelompok dalam kelompok petani, peternak yang kami kembangkan seperti ini, kemudian bagaimana mengelola atau menata administrasi, keuangan, dan bagaimana pengembangan kelompok, dan BI sudah memberikan bantuan-bantuan berupa satu unit kendaraan yang ini meningkatkan pemasaran dari produk Literasi," ujar Tomi.

"Selain itu, kami juga diberikan tiga unit gazebo yang alhamdulillah juga sangat bermanfaat, itu menunjang warung sate yang alhamdulillah ini juga pengembangan dari usaha kami," tambahnya.

Omzet Sentuh Rp 50 Juta per Bulan

Tomi menuturkan omzet yang dihasilkan dari berbagai usaha yang dijalankan oleh Koperasi Tani Ternak Literasi sekarang mencapai Rp 50 juta per bulan. Ia berharap produktivitas dari koperasi yang dijalankannya bisa terus meningkat.

"Jadi kalau satu tahun itu omzet alhamdulillah peningkatannya luar biasa dari sebelumnya yang hanya mengandalkan jual sapi saja, dengan adanya koperasi binaan BI ini meningkat produktivitas usaha yang ada di koperasi kami," tutur Tomi.

Terlepas dari omzet, Tomi menekankan tujuan Koperasi Tani Ternak Literasi adalah pemberdayaan masyarakat. Ia mencontohkan apabila ada masyarakat di Sumbersari yang keterbatasan modal, koperasi akan membelikan sapi atau domba dengan sistem bagi hasil.

Bagi hasilnya 6 banding 4. Misalnya, ketika sapi dijual laku Rp 10 juta, maka yang Rp 6 juta untuk anggota dan Rp 4 juta untuk koperasi.

"Koperasi menanggung semua operasional, baik listrik, air, kemudian biaya obat, misalkan sapinya sakit, ketika sapinya minta kawin, itu biaya kawinnya, dan semua biaya yang keluar dalam perawatan selain pakan itu ditanggung oleh koperasi," terang Tomi.

Tomi menegaskan perlu ketelatenan dalam menjalankan usaha koperasi ternak ini. Ada juga dinamika dari pengurus dan anggota yang harus diselesaikan dengan baik.

Tantangan lainnya adalah regenerasi. Menurutnya, minat anak-anak muda saat ini terhadap dunia peternakan dan pertanian rendah karena dianggap kurang menjanjikan.

"Tetapi melalui koperasi, dengan usaha yang sudah kita jalankan ini, menjadi satu bukti nyata, menjadi solusi, menjadi jawaban bagi petani yang mungkin masih meragukan. Apakah petani dan peternakan itu menghasilkan? Ternyata di sini bisa mewujudkan itu semuanya, dan tidak hanya sekadar tambahan penghasilan tetapi menjadi sumber penghasilan utama," kata Tomi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Siapkan Aturan Baru Geber Program 100 Giga Watt PLTS
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Penyidik Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN terkait Dugaan Korupsi Program MBG
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Purbaya Beberkan 17 Poin Penting di RUU P2SK yang Disahkan Jadi Undang-Undang
• 23 jam laludisway.id
thumb
Protes Warga Randublatung Blora Jateng, Rajin Bayar Pajak, Tapi Jalan Tetap Rusak
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hal-Hal yang Baiknya Dibereskan Sebelum Rencanakan Liburan Keluarga
• 3 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.