Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan bicara soal melemahnya nilai tukar rupiah belakangan ini. Dua pesaing Presiden Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden 2024 itu meminta pemerintah serius dan mengembalikan kepercayaan publik demi menstabilkan perekonomian.
Pernyataan tersebut disampaikan Ganjar dan Anies dalam akun Instagram mereka secara terpisah. Ganjar mengeluarkan pernyataan pada Kamis (4/6), sedangkan Anies menyampaikan opininya pada 20 Mei lalu.
Ganjar mengunggah sebuah pemberitaan mengenai nilai tukar rupiah yang menyentuh angka Rp 18.040 per dolar Amerika Serikat kemarin. Dalam captionnya, ia menyertakan tujuh poin.
"Segera kembalikan kepercayaan publik!" kata Ganjar dalam akun Instagramnya seperti ditulis pada Jumat (5/6).
Tujuh poin yang disinggung mantan Gubernur Jawa Tengah itu adalah mengembalikan personel lembaga negara sesuai fungsi utamanya, meritokrasi berbasis kompetensi, serta penghematan dari pusat hingga daerah tanpa pengecualian.
Selain itu, ia meminta pemerintah menggenjot ekspor dengan insentif serta regulasi yang adil, penegakkan aturan yang tegas, menjaga pers yang bebas, hingga mewujudkan warga yang bebas dari rasa takut.
Anies Minta Kebijakan Pemerintah KonsistenSedangkan Anies mengatakan dalam situasi saat ini, hal yang diperlukan masyarakat hingga pelaku pasar adalah kepastian dan bukan ketenangan semu. Anies menyoroti pejabat yang kerap enteng berkomentar di dalam situasi serius seperti saat ini.
Tak hanya itu, Anies menilai kebijakan pemerintah kerap berubah-ubah sehingga menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat dan pasar. "Pasar bingung, publik bingung, investor menahan diri, bahkan sebagian kabur," kata Anies dalam akun Instagramnya.
Gubernur Jakarta 2017-2022 itu juga mengatakan faktor ketiadaan teladan juga menjadi masalah. Ia menyoroti pemerintah yang masih melakukan pemborosan meski masyarakat diminta berhemat.
Anies juga mengatakan peringatan soal situasi ekonomi ini sudah datang dari berbagai arah. Beberapa yang telah mengingatkan antara lain ekonom dalam negeri, lembaga keuangan internasional, hingga media.
"Tidak mungkin mereka semua keliru bersama-sama di saat yang sama. Ini yang dipertaruhkan adalah hajat hidup ratusan juta orang," katanya.
Oleh sebab itu, Anies meminta pemerintah jujur, memberikan arah kebijakan yang konsisten, serta menunjukkan kepemimpinan yang solid. Menurutnya, hal tersebut yang mampu menenangkan pasar dan masyarakat.
"Lalu kepada teman-teman semua, bersiaplah. Suka tidak suka, masa-masa berat masih ada di depan kita," katanya.




