Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dairi Prima Mineral Bagikan Bibit Kopi dan Kemiri

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Dairi Prima Mineral membagikan 1.400 bibit kopi dan kemiri kepada petani di kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, dalam rangka menyambut World Environment Day 2026 atau Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan tema #NowforClimate.

Selain pemberian bibit, perusahaan pertambangan logam yang mengelola tambang bawah tanah di Kabupaten Dairi, Sumatra Utara itu juga melakukan penanaman pohon bersama warga di Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-Pungga.

Radianto Arifin, Chief Legal and External Relation & Officer PT Dairi Prima Mineral, mengatakan bahwa aksi lingkungan yang dilakukan perusahaan tersebut menunjukkan komitmen Dairi Prima Mineral dalam memberdayakan petani sekaligus turut menjaga alam dan meningkatkan perekonomian lokal Kabupaten Dairi.

Tak hanya itu, dia menyebut bahwa Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga menjadi momentum perusahaan untuk melakukan aksi nyata dan merealisasikan komitmen perusahaan dalam menjalankan praktek pertambangan berkelanjutan sekaligus upaya menjaga kualitas lingkungan hidup di Dairi.

“Kegiatan pembagian bibit kemiri dan kopi bagi petani ini menunjukkan perhatian kami untuk ikut mendorong potensi ekonomi lokal,” kata Radianto dalam keterangan, dikutip Jumat (5/6/2026).

Adapun, penyerahan bibit ini berlangsung di Kantor Kecamatan Silima Pungga-Pungga serta dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dairi, Camat Silima Pungga Pungga, Kades, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan perwakilan petani dari masing-masing desa.

Dalam melaksanakan kegiatan ini, perusahaan menggandeng organisasi pemuda yaitu Almas Lintang. “Pelibatan organisasi pemuda ini menunjukkan semangat perusahaan untuk melakukan kolaborasi dan sinergi dengan setiap lapisan masyarakat di Dairi. Kami percaya dengan kerja sama yang baik akan dapat mewujudkan pembangunan Dairi yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, inisiatif lainnya dari program pengembangan dan pemberdayaan Masyarakat Dairi Prima Mineral dalam memajukan perekonomian berbasis potensi ekonomi lokal telah berjalan secara berkelanjutan.

Pada April lalu, DPM menginisiasi Demonstration Plot (Demplot) sebagai cikal bakal pionir budidaya ikan air tawar bagi warga Desa dekat tambang, sekaligus menggelar Pelatihan Budidaya Perikanan Air Tawar di Desa Polling Anak.

Sebanyak 13 pemilik kolam ikan mengikuti pelatihan intensif yang mencakup standardisasi kolam, pengujian pH air, pengelolaan pakan, serta praktik budidaya yang mengutamakan kualitas dan keberlanjutan. Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha sekaligus menerapkan tata kelola budidaya yang lebih profesional.

Sejalan dengan upaya tersebut, PTDPM juga menjalankan berbagai program penguatan ekonomi lokal di sektor agribisnis. Perusahaan telah merancang program untuk mengoptimalkan potensi unggulan wilayah operasinya yang dikenal sebagai sentra produksi kopi Robusta berkualitas tinggi, serta komoditas kakao dan durian.

Dalam pelaksanaannya, PTDPM bersinergi dengan Dinas Pertanian, PPL, pemerintah desa, serta kelompok tani untuk memberikan pelatihan teknis. Implementasi program ini juga diwujudkan melalui peningkatan kapasitas pertanian di Sopogadong, yang diikuti oleh 47 petani terpilih dari total 200 kandidat program tahun 2026.

“Kami percaya dengan komitmen yang kami miliki serta kerja sama yang erat dengan semua pemangku kepentingan akan dapat mewujudkan Kabupaten Dairi yang dapat membawa kebaikan bagi generasi yang akan datang. Selain itu, program yang kami jalankan ini menunjukkan bahwa pembangunan pertanian dapat berjalan beriringan dengan industri pertambangan,” ujar Radianto.

Adapun, Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap 5 Juni. Pada tahun ini, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia menerbitkan Surat Edaran Nomor 09 Tahun 2026 tentang Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026.

Peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dan aksi nyata dalam menghadapi Triple Planetary Crisis, yang meliputi perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi.

Melalui tema #NowForClimate, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup mengajak pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat luas untuk memperkuat kolaborasi serta memobilisasi aksi nyata demi menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung upaya pengendalian perubahan iklim.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Ibu di Bantul Ikat Balitanya, Kelelahan Urus Anak Sendiri Jadi Pemicu
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Studi Ungkap Ciri Pekerja Paling Rentan Derita Obesitas
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Nova Arianto Angkat Bicara soal Mati Lampu saat Timnas Indonesia U-19 Vs Timor Leste: Harus Jadi yang Terakhir
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Prediksi BMKG Hari Ini: Hujan Ringan Guyur Sebagian Besar Indonesia
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Mapalasta UIN Alauddin Terlibat Riset Gunung Bawakaraeng
• 6 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.