Puan Desak Pemerintah Segera Siapkan Mitigasi Pengendalian Karhutla

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ketua DPR RI, Puan Maharani mendorong pemerintah segera menyiapkan langkah-langkah strategis pengendalian dampak bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau, termasuk dari kabut asap yang mengancam kesehatan warga. 

Hal tersebut disampaikan Puan menyusul masih fluktuatifnya jumlah titik panas (hotspot) di Riau, meluasnya area yang terbakar, serta proyeksi musim kemarau yang lebih kering pada 2026.

Baca Juga :
Kebakaran Rumah di Cideng, 1 Orang Tewas-5 Luka-luka
Perkuat Rupiah, Kadin Dorong Pemerintah Perbaiki Komunikasi dan Persepsi Pasar

“Pastikan perlindungan bagi warga dari dampak Karhutla selalu siap, terutama bagi kelompok paling rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil/menyusui, warga dengan penyakit komorbid, dan penyandang disabilitas,” kata Puan dalam keterangannya, Jumat, 5 Juni 2026.

Puan juga mendorong agar pemerintah membuka pos perlindungan udara bersih (clean air shelters) di titik-titik padat penduduk dan sekitar sekolah/posyandu dengan filtrasi partikulat memadai, bukan sekadar ruang evakuasi umum. Pun, dirinya meminta instansi terkait menerapkan protokol otomatis saat Karhulta masih terus melanda.

“Ketika Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) harian melampaui ambang, Pemerintah harus cepat memberikan rekomendasi untuk aktivitas harian warga,” tutur dia.

Di sisi lain, Puan menyoroti laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut kondisi iklim global berpotensi berkembang menuju fenomena El Nino lemah hingga moderat pada semester kedua 2026 dengan peluang sekitar 50-80 persen, sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan karhutla di Indonesia. 

“Kita tahu adanya potensi peningkatan Karhutla berarti juga menimbulkan ancaman bagi kesehatan dan keselamatan warga, khususnya dari dampak kabut asap. Hal ini harus diatasi dengan mitigasi yang lengkap termasuk dari sisi pelayanan kesehatan,” ungkap Puan.

Selain itu, ia meminta pemerintah untuk memastikan agar biaya kesehatan akibat Karhutla tidak jatuh ke rumah tangga. Menurut Puan, masalah kesehatan yang dialami warga akibat dampak dari Karhutla harus bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Fasilitas kesehatan di setiap daerah terdampak Karhutla juga perlu dimaksimalkan. Stok obat inhalasi harus selalu siap, oksigen portabel tersedia di puskesmas dan klinik keliling, dan distribusikan masker berstandar SNI dengan prioritas balita, ibu hamil, dan lansia,” paparnya.

Baca Juga :
Purbaya Sebut Pelemahan Rupiah ke Rp 18.000-an Belum Ganggu Kemampuan Pemerintah Bayar Utang
Moody's Ratings Beri Outlook Negatif ke Danantara Investment Management
Tok! DPR Sahkan Revisi UU P2SK Jadi Undang-undang

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AMI Dorong Pemerintah Bikin UU Permuseuman dan Revisi UU Cagar Budaya
• 17 jam laludetik.com
thumb
Gempa M 5,4 Guncang Banggai Pagi Ini, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Menag Nasaruddin: Pesantren Berkontribusi Besar Jaga Keutuhan Bangsa!
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Senyum Immanuel Ebenezer Usai Divonis 4,5 Tahun Penjara
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rumah Pensiunan PNS di Demak Dibakar Orang Tak Dikenal, Polisi Selidiki
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.