EtIndonesia.com Menurut laporan New Tang Dynasty Television (NTD), situasi di Timur Tengah kembali menjadi sorotan setelah Iran meluncurkan rudal dan drone ke tiga negara kawasan Teluk. Pada saat yang sama, perundingan antara Amerika Serikat dan Iran tampaknya menunjukkan kemajuan. Sejumlah analis menilai bahwa jika situasi Timur Tengah mereda, fokus strategis militer AS kemungkinan akan beralih ke kawasan Indo-Pasifik.
Militer AS Mengklaim Berhasil Mencegat Rudal dan Drone IranPembawa acara Yu Ting bertanya kepada koresponden NTD di Washington, Zhang Liang, mengenai perkembangan terbaru dari pihak Iran.
Zhang Liang menjelaskan bahwa United States Central Command (CENTCOM) menyatakan bahwa pada Selasa (2 Juni), militer AS berhasil mencegat sejumlah rudal balistik dan drone yang diluncurkan Iran ke wilayah Kuwait, Bahrain, dan kawasan sekitar Teluk Persia.
Menurut CENTCOM, tidak ada korban dari pihak militer AS maupun pasukan sekutunya. Namun, kondisi keamanan regional masih menjadi perhatian utama.
Trump: Dialog AS-Iran Tidak Pernah TerhentiPada Selasa, Presiden AS Donald Trump menulis di media sosial bahwa laporan yang menyebut dialog antara Amerika Serikat dan Iran telah terhenti beberapa hari sebelumnya adalah berita palsu.
Trump mengatakan bahwa komunikasi dan perundingan antara kedua negara tetap berlangsung.
“Tidak ada yang bisa memastikan ke mana arah akhir perundingan ini. Namun apapun hasilnya, sekarang adalah saat yang tepat untuk mencapai kesepakatan. Situasi ini telah berlangsung selama 47 tahun dan tidak bisa terus berlanjut,” kata Trump.
Dalam wawancara terpisah, Trump juga mengatakan bahwa Amerika Serikat sedang melakukan mediasi dengan Teheran untuk mengakhiri konflik, dan Iran pada prinsipnya telah menyetujui untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Gedung Putih: Iran Akan Berkomitmen Tidak Mengembangkan Senjata NuklirGedung Putih mengkonfirmasi bahwa berdasarkan nota kesepahaman yang sedang dibahas kedua pihak, Iran akan secara resmi berjanji untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Trump juga mengatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru terpilih, Mojtaba Khamenei, “pasti terlibat” dalam pembicaraan mengenai penghentian perang.
Ia menambahkan bahwa dirinya berharap suatu saat nanti dapat bertemu langsung dengan pemimpin Iran tersebut.
Kuwait Mendeteksi 30 Rudal dan Drone IranPada Rabu (3 Juni), pemerintah Kuwait mengumumkan bahwa mereka mendeteksi sekitar 30 rudal balistik dan drone yang berasal dari Iran.
Serangan drone dilaporkan merusak Kuwait International Airport, mengakibatkan satu orang tewas dan sejumlah lainnya terluka. Operasional penerbangan di bandara tersebut juga sempat dihentikan.
Rubio: Kebijakan AS terhadap Taiwan Tidak BerubahSelain perkembangan di Timur Tengah, perhatian juga tertuju pada kebijakan Amerika Serikat terhadap Taiwan setelah pertemuan antara Trump dan pemimpin PKT.
Dalam sidang dengar pendapat di Senat AS, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa kebijakan Amerika Serikat terhadap Taiwan tidak mengalami perubahan.
Rubio mengatakan:”Kebijakan Amerika Serikat terhadap Taiwan tidak berubah. Tentu saja pihak PKT berharap ada perubahan dalam penyampaiannya, tetapi faktanya tidak ada perubahan.”
Ia juga menyebut bahwa pada bulan Desember lalu pemerintah AS menyetujui paket penjualan senjata kepada Taiwan senilai sekitar 11 miliar dolar AS.
Rubio menyatakan: “Menurut saya, itu adalah penjualan senjata tunggal terbesar kepada Taiwan dalam sejarah. Nilainya sangat besar. Itu baru terjadi pada Desember lalu. Saya rasa jumlahnya bahkan lebih besar daripada total penjualan senjata kepada Taiwan selama empat tahun pemerintahan Biden.”
Rubio juga memberi tahu para senator bahwa rencana penjualan senjata tambahan senilai 14 miliar dolar AS kepada Taiwan masih dalam tahap peninjauan. (***)
Sumber : NTDTV.com





