Grid.ID – Di tengah badai hukum yang melibatkan sang suami, Insanul Fahmi, dan aktris Inara Rusli, selebgram Wardatina Mawa memilih cara yang tak biasa untuk menghadapi keterpurukannya. Ia kini tengah berfokus merampungkan sebuah buku yang akan menjadi saksi bisu perjalanan hidupnya.
Keputusan Mawa untuk menulis buku ini muncul di saat dirinya sedang berjuang menghadapi kasus hukum hingga proses perceraian. Sebagaimana diketahui, Mawa telah melaporkan suaminya dan Inara Rusli atas dugaan tindak pidana perzinaan dengan bukti rekaman CCTV. Ia pun dengan tegas menolak upaya damai melalui Restorative Justice (RJ).
Menulis Sebagai Terapi di Tengah Prahara
Bagi Mawa, menulis bukan sekadar pengisi waktu luang di sela-sela sidang perceraian yang berlangsung di PA Lubuk Pakam. Menulis adalah caranya memproses rasa sakit akibat dugaan pengkhianatan dan isu nikah siri tanpa izin yang menimpanya.
"Aku lagi proses nulis. Jadi dengan adanya case (kasus) seperti ini, aku luapkan dengan tulisan. Nanti insya Allah di-publish," ungkap Wardatina Mawa di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026).
Meski harus menghadapi proses hukum dan perceraian, Mawa juga tetap memprioritaskan pendidikan. Saat ini, ia sedang menempuh semester akhir S1 jurusan Pendidikan.
"Bulan ini aku ujian, jadi nggak apa-apa dengan adanya case seperti ini, aku mau fokus saja. Fokus untuk ujian, fokus untuk anak, dan masa depan aku yang harus aku pikirin matang-matang," tuturnya.
Latar belakangnya sebagai seorang pendidik membuat buku yang ia tulis diprediksi tidak hanya akan berisi curahan hati, tetapi juga pesan edukatif bagi perempuan lain. Sebelum menikah, Mawa memang sudah memiliki kecintaan di dunia mengajar.
Melangkah Maju Tanpa Menoleh ke Belakang
Mawa menegaskan bahwa keputusannya untuk bercerai sudah bulat. Ia tidak ingin lagi terjebak dalam masa lalu yang menyakitkan. Kehadiran keluarga, terutama kakak-kakaknya yang mewakili di persidangan Medan, menjadi pilar kekuatannya saat ini.
Dengan menulis buku dan mengejar gelar sarjana, Mawa ingin membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri di atas kaki sendiri. Ia percaya bahwa rezeki dan ketenangan akan datang melalui jalan yang tak disangka-sangka.
"Aku nggak mau nge-stuck gitu aja. Planning aku banyak untuk ke depannya. Sekarang yang penting aku melangkah saja ke depan, ikhtiar semaksimal mungkin, untuk hasilnya aku serahin semua sama Allah," pungkasnya. (*)
Artikel Asli




