CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Kinerja perdagangan luar negeri Sulawesi Selatan pada April 2026 menunjukkan perbaikan secara bulanan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, nilai ekspor melalui pelabuhan di Sulawesi Selatan mencapai USD121,41 juta atau naik 6,58 persen dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebesar USD113,91 juta.
Peningkatan ekspor bulanan pada April 2026 ditopang oleh kenaikan permintaan sejumlah komoditas unggulan, terutama biji-bijian berminyak, besi dan baja, serta produk perikanan.
Komoditas nikel masih mendominasi ekspor Sulawesi Selatan pada April 2026 dengan nilai USD68,53 juta atau berkontribusi 56,44 persen terhadap total ekspor.
Komoditas terbesar berikutnya adalah biji-bijian berminyak senilai USD18,93 juta, disusul besi dan baja sebesar USD6,59 juta, ikan dan udang USD6,55 juta, serta garam, belerang, dan kapur sebesar USD5,73 juta.
Secara bulanan, ekspor biji-bijian berminyak mencatat pertumbuhan tertinggi hingga 105,66 persen. Ekspor ikan dan udang naik 19,37 persen, sementara besi dan baja tumbuh 12,87 persen. Di sisi lain, ekspor nikel turun 6,88 persen dan komoditas garam, belerang, serta kapur menurun 15,61 persen
Jepang masih menjadi tujuan utama ekspor Sulawesi Selatan dengan nilai mencapai USD69,46 juta atau sekitar 57,22 persen dari total ekspor April 2026. Posisi berikutnya ditempati Tiongkok dengan nilai USD36,82 juta atau 30,33 persen.
Sementara itu, ekspor ke Amerika Serikat mencapai USD4,61 juta, Taiwan sebesar USD3,51 juta, dan Korea Selatan sebesar USD2,06 juta.
Jika dibandingkan Maret 2026, ekspor ke Tiongkok meningkat signifikan sebesar 50,71 persen.
Kenaikan juga terjadi pada pasar Amerika Serikat yang tumbuh 104,33 persen dan Korea Selatan yang melonjak hingga 329,25 persen. Sebaliknya, ekspor ke Jepang turun 9,46 persen dan Taiwan terkoreksi 15,24 persen.
Meski mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya, nilai ekspor Sulsel masih turun 9,39 persen dibandingkan April 2025.
Sedangkan secara kumulatif ekspor Sulawesi Selatan sepanjang Januari–April 2026 mencapai USD445,21 juta atau turun 12,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Impor Sulsel
Di sisi impor, Sulawesi Selatan mencatat nilai impor sebesar USD980,90 juta pada April 2026. Angka ini meningkat 26,49 persen dibandingkan Maret 2026 yang sebesar USD64,96 juta.
Kenaikan impor menunjukkan meningkatnya kebutuhan bahan baku dan komoditas pendukung sektor industri maupun konsumsi di Sulawesi Selatan.
Singapura menjadi negara pemasok terbesar dengan nilai impor USD13,33 juta atau 16,48 persen dari total impor. Selanjutnya Thailand sebesar USD12,76 juta, Amerika Serikat USD10,38 juta, Australia US$10,31 juta, dan Tiongkok USD9,85 juta.
Komoditas impor terbesar Sulawesi Selatan pada April 2026 adalah gandum-ganduman dengan nilai USD21,29 juta atau 26,31 persen dari total impor.
Posisi berikutnya ditempati bahan bakar mineral sebesar USD16,91 juta, gula dan kembang gula USD11,77 juta, olahan makanan hewan USD11,33 juta, serta kakao atau cokelat sebesar USD4,01 juta.




