Prakash Padukone Beberkan Alasan Tak Memaksa Deepika Padukone Jadi Atlet Bulu Tangkis

tabloidbintang.com
4 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Legenda bulu tangkis India, Prakash Padukone, baru-baru ini berbagi pandangannya tentang pola asuh yang ia terapkan saat membesarkan kedua putrinya, Deepika Padukone dan Anisha Padukone.

Dalam sebuah wawancara, Prakash menjelaskan bahwa dirinya dan sang istri memilih mendukung minat serta passion anak-anak mereka, alih-alih memaksakan keinginannya. Menurutnya, tugas orang tua adalah mengenali apakah ketertarikan anak terhadap suatu bidang hanya sekadar hobi atau benar-benar merupakan passion yang mendalam.

Prakash mengatakan bahwa komitmen dan konsistensi merupakan tanda paling jelas untuk mengetahui apakah seorang anak benar-benar mencintai sesuatu.

"Ada perbedaan antara menyukai sesuatu dan memiliki passion terhadap sesuatu. Orang tua harus mengamatinya dengan saksama," ujarnya dalam wawancara di The Something Bigger Show with Rodrigo Canelas.

Menurutnya, anak yang benar-benar memiliki passion akan rela mengorbankan waktu dan tenaga demi hal yang mereka cintai.

"Jika seorang anak benar-benar bersemangat terhadap sesuatu, mereka akan melakukan apa saja untuk itu. Mereka rela bangun pagi, tidur lebih larut, menghabiskan waktu berjam-jam, dan terus melakukannya dalam jangka panjang. Saat itulah Anda tahu bahwa passion tersebut benar-benar nyata," jelasnya.

Prakash menilai orang tua perlu memberi kesempatan kepada anak untuk mengejar impiannya, meskipun jalur yang dipilih tidak lazim.

Prakash kemudian mengenang masa remaja Deepika yang sempat menekuni bulu tangkis secara serius.

Meski aktif berolahraga, ia mengaku sebenarnya sudah melihat bahwa dunia hiburan merupakan cinta pertama putrinya.

"Saat masih duduk di kelas 10, Deepika mengatakan bahwa ia ingin menekuni dunia modeling dan film. Tidak ada seorang pun di keluarga kami yang berasal dari dunia itu, tetapi kami melihat passion yang dimilikinya," kata Prakash.

Ia mengungkapkan bahwa sejak kecil Deepika sudah sering tampil di depan kamera melalui berbagai proyek modeling, iklan, balet, hingga peragaan busana.

"Olahraga adalah cinta keduanya. Cinta pertamanya selalu berada di depan kamera," ujarnya.

Karena melihat keseriusan tersebut, keluarga akhirnya tidak memaksa Deepika untuk melanjutkan karier di bulu tangkis.

"Kami memintanya menyelesaikan sekolah terlebih dahulu. Setelah itu, berbagai tawaran modeling mulai berdatangan. Banyak orang melihat potensinya dan mendorong kami untuk memberinya kesempatan. Semuanya berkembang dari sana," tuturnya.

"Kamu Harus Berdiri di Atas Kaki Sendiri"

Ketika Deepika memutuskan masuk ke industri hiburan, Prakash memberikan nasihat yang sama seperti yang pernah ia terima dari ayahnya.

"Saya mengatakan kepadanya bahwa saya tidak tahu apa-apa tentang dunia film dan modeling, jadi saya tidak bisa membantunya secara profesional. Tetapi saya tahu dia sangat mencintai bidang itu," katanya.

"Saya mengatakan bahwa dia harus berdiri di atas kakinya sendiri. Sebagai orang tua, kami akan selalu mendukung dari belakang, tetapi urusan profesi adalah tanggung jawabnya sendiri," ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kegagalan bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti selama seseorang sudah berusaha memberikan yang terbaik.

Prakash mengatakan pendekatan serupa juga diterapkan kepada putri bungsunya, Anisha.

Berbeda dengan Deepika, Anisha memilih menekuni olahraga golf secara profesional.

"Anisha lebih tertarik pada golf. Kami mengatakan hal yang sama kepadanya: silakan mengejarnya, tetapi bertanggung jawablah atas perjalananmu sendiri," kata Prakash.

Kini, ia merasa bangga karena kedua putrinya berhasil menjalani bidang yang benar-benar mereka cintai.

"Deepika sukses di dunia film, sementara Anisha pernah mewakili India di golf. Tidak ada penyesalan dari siapa pun," ujarnya.

Menurut Prakash, orang tua masa kini perlu memberikan kebebasan lebih besar kepada anak-anak saat menentukan masa depan mereka.

Ia menilai generasi muda saat ini memiliki akses informasi yang jauh lebih luas dibanding generasi sebelumnya.

"Dalam banyak hal, mereka mengetahui lebih banyak daripada kita mengenai karier baru, universitas, dan peluang yang tersedia," katanya.

Meski orang tua tetap dapat memberikan masukan, ia percaya keputusan akhir seharusnya berada di tangan anak.

"Sebagai orang tua, kita bisa menjelaskan kelebihan dan kekurangannya. Namun pada akhirnya, keputusan itu harus menjadi milik mereka," ujarnya.

Prakash juga menekankan pentingnya dukungan penuh dari kedua orang tua, terutama ketika anak memilih jalur karier yang tidak biasa.

"Ini sangat penting. Bukan hanya dukungan dari satu orang tua, tetapi dari keduanya," tegasnya.

Menurutnya, anak akan lebih berani mengejar impian ketika mereka tahu bahwa keluarganya akan tetap mendukung, bahkan jika mereka gagal.

"Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk mencoba. Ketika mereka mendapat dukungan penuh dari orang tuanya, peluang untuk berhasil menjadi jauh lebih besar karena mereka tidak dibebani rasa takut mengecewakan keluarga," pungkas Prakash.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Status Silmy Karim di Kabinet Segera Diputuskan
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Kawal Kasus Travel Hanania, Kemenhaj Upayakan Pengembalian Dana Jemaah
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kepala BGN Nanik Akan Review 27 Ribu SPPG yang Ada, Kaji 6 Dapur per Kecamatan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
149 Keluarga di Noemuke NTT Kini Nikmati Listrik PLN Selama 24 Jam
• 10 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.