Polda DIY Panggil 5 Orang di Kasus Dugaan Malapraktik RSUD Prambanan

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Polda DIY memanggil sejumlah orang terkait kasus dugaan malapraktik di RSUD Prambanan, Kabupaten Sleman.

Rumah sakit ini sebelumnya dilaporkan ke polisi oleh Anastacia Niken Purwandari (36 tahun). Dia kehilangan putrinya, Naura Dwi Medyta Putri (3 tahun 11 bulan) yang diduga jadi korban malapraktik RSUD Prambanan, Kabupaten Sleman.

Naura meninggal dunia diduga karena diberi tiga kali suntikan penenang sebelum CT scan di RSUD Prambanan.

"Terkait kasus dugaan malapraktik di RSUD Prambanan saat ini masih dalam tahap penyelidikan," kata Kasubbid Penmas Bidhumas Polda DIY, AKBP Verena SW, dikonfirmasi, Jumat (5/6).

"Sejauh ini, Polda DIY sudah meminta klarifikasi terhadap lima orang, yaitu orang tua korban, perangkat desa, pihak posyandu, dan tenaga medis puskesmas," katanya.

Verena mengatakan proses penyelidikan masih terus berjalan. Polisi akan memanggil beberapa saksi lainnya.

"Proses ini masih terus berjalan, dan hingga minggu depan Polda DIY dijadwalkan akan melakukan klarifikasi beberapa saksi lainnya," ujarnya.

Cerita Ibu Korban

Naura meninggal dunia di rumah sakit tersebut pada 28 April lalu.

Anastacia memeriksakan anaknya ke RSUD Prambanan pada 27 April pagi setelah mendapat rujukan dari klinik dan Posyandu karena lingkar kepala anaknya dinilai kurang.

"Anak saya itu periksa melingkarnya aja (lingkar kepala). Tapi sana ternyata di bulan April itu emang dia emang masih garis merah di situ (lingkar kepalanya kurang). Terus dia diperiksa di situ, terus dokter meminta untuk CT scan, ya udah saya mengizinkan," kata Anastacia ditemui di Polda DIY, Selasa (2/6).

"Di situ ternyata setelah di-CT scan kejadiannya seperti itu, sampai dia nggak sadar," katanya.

Naura, kata Anastacia, diberi suntikan lewat infus sebanyak tiga kali.

"Tiga kali (suntikan). Di situ saya mendampingi anak saya. Setelah saya anak saya tidur, saya baru keluar. Setelah saya keluar itu saya nggak tahu di dalam dokter melakukan apa," katanya.

Lanjutnya, dokter lalu mengatakan kondisi Naura mengalami muntah hingga henti napas.

"Dokter udah mengatakan anak saya seperti itu kondisinya, yang dia udah muntah, dia udah henti napas, dia yang udah dipasang alat bantu pernapasan, dia yang udah nggak sadar," katanya.

Naura disuntik sekitar pukul 10.30 WIB. Lalu dibawa ke ICU sekira jam 13.00 WIB.

"Proses penyuntikan itu sampai ya sampai tiga kali suntikan adalah, 1 jam selang 1 jam, gitu. Terus setelah itu saya keluar, saya udah nggak tahu di dalam kenapa," kenapa.

"Kondisinya (anak saya) sehat, dia tuh normal, ceria, aktif. Terus begitu diperiksain di rumah sakit itu dia kayak gitu, terus pemeriksaan CT scan sampai dia enggak sadar, sampai dia meninggal itu yang mau saya pertanyakan ke pihak rumah sakit," katanya.

"Saya pengin tahu rumah sakit tuh ngomongnya kayak apa, soalnya waktu anak saya enggak ada pun pihak rumah sakit juga belum ada konfirmasi apa pun," ujarnya.

Kata Direktur RSUD Prambanan

Direktur RSUD Prambanan Sleman, Ratih Susila, mengatakan pihaknya sedang merencanakan untuk jadwal pemberian keterangan medis kepada pihak keluarga dan kuasa hukumnya.

"Dan ini kami sedang menunggu jadwal dari kuasa hukum pihak keluarga, seperti itu," kata Ratih di Pemkab Sleman.

Ratih mengatakan pihaknya sudah melakukan audit medis.

"Kalau untuk internal kami rumah sakit, kami sudah melakukan audit medis. Sesuai dengan prosedur, tim kami internal sudah melakukan sesuai dengan komite etik dan komite medik, seperti itu," katanya.

Ratih mengatakan dalam kasus ini dokter yang menangani adalah dokter spesialis anak. Saat ini, dokter tersebut masih aktif.

"Masih aktif. (Dokter) spesialis anak," katanya.

Disinggung soal pemberian obat penenang sebelum CT scan, Ratih belum memberikan keterangan lebih lanjut.

"Jadi, nanti saya beserta tim akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu, seperti itu," katanya.

Termasuk soal dugaan tak ada pendampingan dokter anestesi dalam pemberian obat penenang.

"Nanti di lokasi beserta tenaga medis, tenaga kesehatan yang ada akan kami sampaikan di jumpa pers," katanya.

Soal meninggalnya korban, Ratih mengaku sudah melakukan audit medis. Namun, belum menjelaskan secara detail.

"Nanti kami sampaikan pada saat jumpa pers," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TGC Jakarta 2026 x METRO Persembahkan “Holiday in PHANTOM BABY World” di MMAJ Jakarta 2026
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Penyidik Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN terkait Dugaan Korupsi Program MBG
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Bertolak ke Jakarta Hari Ini untuk FIFA Matchday Juni 2026, Timnas Mozambik Berharap Tak Mengalami Jetlag
• 23 jam lalubola.com
thumb
Puspenerbal Gelar Donor Darah HUT ke-70 Penerbangan TNI AL, Targetkan 1.400 Kantong Darah
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Datangi Kantor Danantara Tadi Siang, Disebut Kunjungan Rutin
• 20 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.