Baznas RI dorong riset jadikan penguat ekosistem zakat berdampak

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mendorong riset yang dilakukan oleh para penerima beasiswa pascasarjana Baznas RI harus mampu menjadi instrumen penguatan ekosistem zakat yang berdampak.

"Program-program zakat harus terus beradaptasi dengan perubahan zaman dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Karena itu hasil riset para mahasiswa pascasarjana perlu mampu memberikan rekomendasi yang dapat memperkuat efektivitas program dan memperluas dampaknya bagi masyarakat," kata Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Idy Muzayyad dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Idy mengatakan berbagai program pemberdayaan yang dijalankan Baznas memerlukan dukungan riset yang mampu menghadirkan solusi dan pendekatan baru berbasis bukti.

Ia menilai temuan-temuan dari penelitian magister dan doktoral tidak boleh berhenti sebagai karya akademik, tetapi harus menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan zakat nasional.

Baca juga: Baznas tekankan urgensi melakukan riset tata kelola zakat di Indonesia

Idy juga menekankan pentingnya memperkuat literasi dan publikasi zakat melalui hasil-hasil penelitian para awardee. Menurutnya, karya riset yang berkualitas perlu dikurasi dan disebarluaskan agar dapat menjadi referensi bagi masyarakat, akademisi, maupun pengelola zakat.

"Kita membutuhkan lebih banyak referensi dan publikasi yang berkualitas untuk memperkuat literasi zakat. Hasil-hasil riset yang baik harus diterbitkan dan dimanfaatkan sebagai bahan edukasi masyarakat, sekaligus dasar pengembangan inovasi pengelolaan zakat," ujarnya,

Lebih lanjut Deputi II Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Imdadun Rahmat mengajak seluruh penerima beasiswa untuk terlibat aktif dalam pengembangan riset payung nasional yang tengah dibangun Baznas RI.

Menurutnya, riset payung diperlukan untuk menghubungkan berbagai tesis, disertasi, artikel ilmiah, dan policy paper dalam satu agenda besar yang mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih kuat bagi pengembangan perzakatan nasional.

Baca juga: Seorang mustahik penerima beasiswa Baznas sukses buka akses pendidikan

"Melalui riset payung, kita ingin membangun penelitian yang terarah dan saling terhubung. Karena itu saya mengajak seluruh awardee untuk bergabung dalam klaster riset masing-masing, mengembangkan riset payung Baznas, dan menulis artikel secara kolaboratif yang nantinya dapat menjadi rekomendasi kebijakan bagi pengembangan ekosistem zakat," ujar Imdadun.

Imdadun menjelaskan Baznas telah mengembangkan empat klaster utama riset, yaitu tata kelola Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL), pengumpulan ZIS-DSKL, pendistribusian ZIS-DSKL, serta pendayagunaan ZIS-DSKL.

Maka dari itu kolaborasi riset lintas kampus dan lintas disiplin ilmu menjadi penting untuk menghasilkan inovasi yang dapat menjawab berbagai tantangan pengelolaan zakat, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan filantropi Islam dunia.

Baca juga: Kemenag minta Baznas putus rantai kemiskinan lewat beasiswa mustahik


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sony Sonjaya Klaim Ada "Nama-nama Besar" di Balik Pengaturan Dapur SPPG
• 10 jam lalukompas.com
thumb
MBG: Program yang Terlalu Penting untuk Gagal
• 16 jam lalukompas.com
thumb
IHSG Turun 4 Persen Imbas Terbebani Pelemahan Semua Sektor 
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Viral 2 Taksi di PIK Kejar-kejaran dan Saling Tabrak gegara Serobot Antrean
• 10 menit laludetik.com
thumb
Pelajaran dari Jerman Timur: Demokrasi dalam Bayang-Bayang Aparat Berseragam
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.