APBN Defisit 0,70 Persen hingga Mei 2026, Purbaya: Sangat Aman

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Purbaya menegaskan kinerja keuangan negara sepanjang lima bulan pertama tahun ini terus menunjukkan tren positif dan berada dalam koridor yang sangat aman.

APBN Defisit 0,70 Persen hingga Mei 2026, Purbaya: Sangat Aman. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 31 Mei 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp180,4 triliun atau setara dengan 0,70 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Purbaya menegaskan kinerja keuangan negara sepanjang lima bulan pertama tahun ini terus menunjukkan tren positif dan berada dalam koridor yang sangat aman.

Baca Juga:
Purbaya Tegaskan Defisit APBN Terkendali, Diproyeksikan Aman hingga Akhir 2026

“Paling penting lagi apa? surplusnya berapa? sampai dengan Mei defisitnya 0,7 persen, lima bulan pertama tahun ini 0,7 persen. Jadi APBN kita amat sangat aman,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026)

Merujuk defisit saat ini, Purbaya memproyeksi total defisit hingga akhir tahun akan berada di kisaran 1,8 persen terhadap PDB. Nilai tersebut masih jauh di bawah ambang batas aman yang ditetapkan undang-undang.

Baca Juga:
Purbaya Tepis Rupiah Melemah Karena APBN, Defisit hingga Mei di Level 0,7 Persen | IDXC UPDATE

Kabar baik lainnya, kata Purbaya, juga tecermin dari posisi keseimbangan primer yang kembali menorehkan catatan positif. Berdasarkan rincian, keseimbangan primer berhasil mencetak surplus sebesar Rp58,6 triliun, berbalik dari target awal APBN yang memproyeksikan defisit Rp89,7 triliun. 

Hal ini mengindikasikan bahwa kesinambungan fiskal Indonesia semakin kuat dibandingkan periode-periode sebelumnya.

Baca Juga:
Kurangi Beban APBN, BGN Bakal Maksimalkan SPPG Dibiayai CSR Perusahaan dan Hibah Asing

“Yang paling penting lagi adalah surplus keseimbangan primer Rp58,6 triliun, sudah positif lagi. Artinya, anggaran kita lebih berkesinambungan dibanding bulan-bulan sebelumnya,” kata Purbaya.

Melirik sisi penerimaan, kinerja pendapatan negara tumbuh kuat sebesar 19,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan realisasi mencapai Rp1.185,0 triliun, atau setara dengan 37,6 persen dari target APBN setahun penuh yang dipatok sebesar Rp3.153,6 triliun. 

Pilar utama penopang pendapatan ini berasal dari penerimaan perpajakan yang mencatatkan Rp958,2 triliun atau tumbuh 18,9 persen (yoy). 

Secara lebih rinci, penerimaan pajak menyumbang Rp834,4 triliun atau tumbuh 22,1 persen (yoy), sektor kepabeanan & cukai berkontribusi sebesar Rp123,8 triliun atau tumbuh 0,7 persen (yoy).

Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga ikut naik ke angka Rp226,4 triliun atau 19,9 persen dari target APBN Rp459,2 triliun. 

Dari sisi pengeluaran, belanja negara tumbuh lebih cepat sebesar 34,4 persen yoy dengan realisasi mencapai Rp1.365,4 triliun. Penyerapan ini setara dengan 35,5 persen dari pagu pagu APBN sebesar Rp3.842,7 triliun. Lonjakan ini dipicu oleh strategi pemerintah yang terus mempercepat penyaluran belanja sejak awal tahun.

Secara sektoral, komponen belanja pemerintah pusat mendominasi dengan realisasi Rp1.059,3 triliun atau tumbuh 52,6 persen (yoy).

Penyerapan ini terbagi secara merata, yakni Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp517,7 triliun atau 34,3 persen dari pagu atau tumbuh 58,9 persen (yoy), serta Belanja Non-K/L yang terealisasi sebesar Rp541,6 triliun atau 33,0 persen dari pagu atau tumbuh 47,0 persen (yoy). 

Di sisi lain, komponen Dana Transfer ke Daerah (TKD) tercatat mengalami sedikit koreksi tahunan sebesar 4,9 persen (yoy) dengan realisasi sebesar Rp306,1 triliun

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Setelah no na Kini Hadir MARBLES, Era Girl Group Indonesia Dimulai?
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Nonton Indonesia Open 2026 Makin Praktis, BNI Hadirkan Pembayaran Digital
• 47 menit lalukumparan.com
thumb
Pascabanjir Pidie Jaya, BNPP Tekankan Pentingnya Tanggul Sungai Permanen
• 9 jam laludetik.com
thumb
Alfamart (AMRT) Guyur Dividen Rp1,7 Triliun, Rasio Pembayaran Naik Jadi 50 Persen
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Jamaah haji keluar RS di Arab Saudi akan dipulangkan lebih cepat
• 18 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.