Makkah (ANTARA) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan jamaah haji Indonesia yang baru keluar dari rumah sakit (RS) di Arab Saudi masuk dalam daftar prioritas untuk dipulangkan lebih cepat ke Tanah Air agar dapat fokus menjalani masa pemulihan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj Dani Pramudya mengatakan administrasi kepulangan jamaah tersebut akan diproses secepat mungkin agar mereka tidak perlu menunggu terlalu lama di Arab Saudi.
"Jamaah yang baru selesai menjalani perawatan akan kami dahulukan untuk pemulangan. Begitu keluar dari rumah sakit, proses administrasinya langsung kami percepat agar bisa segera kembali ke Indonesia," ujar Dani di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Kamis.
Baca juga: Wamenhaj Saudi kunjungi Daker Makkah usul tanazul 50 persen jamaah RI
Dani menjelaskan bahwa percepatan pemulangan tersebut dilakukan melalui mekanisme tanazul atau pengalihan kelompok terbang (kloter).
Setelah dinyatakan layak meninggalkan RS, petugas kesehatan akan menyerahkan jamaah haji kepada kloter masing-masing.
Selanjutnya, petugas akan segera mengurus proses tanazul agar jamaah yang bersangkutan dapat bergabung dengan penerbangan yang jadwal kepulangannya lebih dekat.
Baca juga: PPIH mantapkan skema murur bagi jamaah calon haji lansia dan risti
Koordinasi intensif terus dilakukan antara petugas kesehatan, petugas kloter, dan penyelenggara haji agar proses perpindahan jadwal tersebut berjalan lancar tanpa mengganggu penerbangan yang ada.
Langkah percepatan itu, lanjut Dani, tidak hanya mempertimbangkan faktor fisik, tetapi juga aspek psikologis jamaah haji yang umumnya ingin segera berkumpul kembali dengan keluarga setelah dirawat.
Ia menilai penundaan kepulangan tidak diperlukan apabila seluruh rukun dan kewajiban haji telah diselesaikan.
Baca juga: Menhaj: 50 persen calon haji reguler akan ikuti Skema Murur
"Intinya ibadah hajinya sudah selesai. Kalau kondisi kesehatannya baru pulih, tentu lebih baik segera dipulangkan agar bisa fokus beristirahat. Semakin lama jamaah yang baru sembuh berada di Arab Saudi, semakin besar pula risiko kelelahan," kata Dani.
Saat ini, operasional haji Indonesia telah memasuki fase pemulangan ke Tanah Air. Pemerintah memastikan seluruh jamaah haji, termasuk mereka yang memiliki riwayat sakit, dapat kembali dengan aman dan nyaman.
Kemenhaj juga mengimbau jamaah haji yang telah kembali ke hotel pascaperawatan untuk mengurangi aktivitas tidak mendesak, memperbanyak istirahat, serta mematuhi arahan petugas kesehatan hingga jadwal kepulangannya tiba.
Baca juga: Kemenhaj matangkan konsep murur dan tanazul untuk haji tahun ini
Baca juga: Kemenhaj proyeksikan 50 ribu calon haji prioritas ikuti skema murur
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj Dani Pramudya mengatakan administrasi kepulangan jamaah tersebut akan diproses secepat mungkin agar mereka tidak perlu menunggu terlalu lama di Arab Saudi.
"Jamaah yang baru selesai menjalani perawatan akan kami dahulukan untuk pemulangan. Begitu keluar dari rumah sakit, proses administrasinya langsung kami percepat agar bisa segera kembali ke Indonesia," ujar Dani di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Kamis.
Baca juga: Wamenhaj Saudi kunjungi Daker Makkah usul tanazul 50 persen jamaah RI
Dani menjelaskan bahwa percepatan pemulangan tersebut dilakukan melalui mekanisme tanazul atau pengalihan kelompok terbang (kloter).
Setelah dinyatakan layak meninggalkan RS, petugas kesehatan akan menyerahkan jamaah haji kepada kloter masing-masing.
Selanjutnya, petugas akan segera mengurus proses tanazul agar jamaah yang bersangkutan dapat bergabung dengan penerbangan yang jadwal kepulangannya lebih dekat.
Baca juga: PPIH mantapkan skema murur bagi jamaah calon haji lansia dan risti
Koordinasi intensif terus dilakukan antara petugas kesehatan, petugas kloter, dan penyelenggara haji agar proses perpindahan jadwal tersebut berjalan lancar tanpa mengganggu penerbangan yang ada.
Langkah percepatan itu, lanjut Dani, tidak hanya mempertimbangkan faktor fisik, tetapi juga aspek psikologis jamaah haji yang umumnya ingin segera berkumpul kembali dengan keluarga setelah dirawat.
Ia menilai penundaan kepulangan tidak diperlukan apabila seluruh rukun dan kewajiban haji telah diselesaikan.
Baca juga: Menhaj: 50 persen calon haji reguler akan ikuti Skema Murur
"Intinya ibadah hajinya sudah selesai. Kalau kondisi kesehatannya baru pulih, tentu lebih baik segera dipulangkan agar bisa fokus beristirahat. Semakin lama jamaah yang baru sembuh berada di Arab Saudi, semakin besar pula risiko kelelahan," kata Dani.
Saat ini, operasional haji Indonesia telah memasuki fase pemulangan ke Tanah Air. Pemerintah memastikan seluruh jamaah haji, termasuk mereka yang memiliki riwayat sakit, dapat kembali dengan aman dan nyaman.
Kemenhaj juga mengimbau jamaah haji yang telah kembali ke hotel pascaperawatan untuk mengurangi aktivitas tidak mendesak, memperbanyak istirahat, serta mematuhi arahan petugas kesehatan hingga jadwal kepulangannya tiba.
Baca juga: Kemenhaj matangkan konsep murur dan tanazul untuk haji tahun ini
Baca juga: Kemenhaj proyeksikan 50 ribu calon haji prioritas ikuti skema murur





