Zulhas Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman di 2026, Alokasi Capai 9,8 Juta Ton

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan alokasi pupuk subsidi sebesar 9,84 juta ton, di mana 4 juta ton di antaranya telah disalurkan ke para petani.

Zulhas Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman di 2026, Alokasi Capai 9,8 Juta Ton. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan ketersediaan pupuk subsidi pada 2026 dalam kondisi aman. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan alokasi pupuk subsidi sebesar 9,84 juta ton, di mana 4 juta ton di antaranya telah disalurkan ke para petani.

“Tahun ini Insyaallah pupuk kita aman. Kita siapkan 9,8 juta ton, sebanyak 9,5 juta ton untuk tanaman padi dan sisanya untuk ikan. Saya diperintahkan oleh Presiden untuk keliling dan memastikan betul pupuk aman bagi petani,” ujarnya dalam Kegiatan Rembuk Tani di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga:
Zulhas Jamin Pasokan Pangan untuk Makanan Jamaah Haji Aman

Selain alokasi pupuk subsidi, Zulhas juga memastikan stok pupuk nasional berada pada level yang mencukupi. Saat ini, total persediaan pupuk mencapai 1,19 juta ton yang terdiri dari 825 ribu ton pupuk bersubsidi dan 367 ribu ton pupuk non-subsidi.

Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mempercepat penyaluran pupuk kepada petani. Salah satunya melalui penyederhanaan tata kelola pupuk bersubsidi dengan memangkas sejumlah regulasi dan prosedur yang selama ini dinilai menghambat distribusi.

Baca Juga:
Zulhas Desak 32 Gubernur dan Bupati Kebut Pembangunan Proyek Pembangkit Sampah Jadi Listrik

Selain itu, memastikan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan. Bahkan sejam Oktober 2025, HET beberapa jenis pupuk telah diturunkan sekitar 20 persen guna meningkatkan akses petani terhadap sarana produksi.

Selain menjaga pasokan dan stabilitas harga pupuk, pemerintah juga meningkatkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca Juga:
Zulhas Ungkap Marak Penipuan Mengatasnamakan Rekrutmen Manager dan Pegawai Kopdes Merah Putih

Dia menjabarkan, sebelumnya harga gabah di tingkat petani kerap berada di bawah Rp5.500 per kilogram, pemerintah kini menetapkan HPP gabah sebesar minimal Rp6.500 per kilogram untuk seluruh kualitas. Bahkan, di sejumlah wilayah harga gabah telah melampaui HPP tersebut, seperti di Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak yang mencapai sekitar Rp7.000 per kilogram.

“Jadi kita ingin mengubah nasib petani kita yang dulu. Petani banyak yang menjadi buruh karena terus rugi. Ini tidak boleh terjadi. Petani harus sehat karena mereka produsen yang menghasilkan makanan,” ujar Zulhas.

Pemerintah juga melakukan reformasi tata kelola subsidi pupuk melalui Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 dengan mengubah mekanisme subsidi dari pendekatan biaya produksi (cost plus) menjadi nilai komersial (marked-to-market). Melalui skema tersebut, subsidi dihitung berdasarkan selisih antara nilai komersial pupuk dan harga yang dibayarkan petani.

Zulhas menyampaikan, kebijakan ini tidak mengubah harga tebus pupuk bersubsidi di tingkat petani, namun diharapkan meningkatkan efisiensi industri pupuk, memperkuat transparansi, serta menjaga keberlanjutan pasokan dalam mendukung swasembada pangan nasional.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di SPIEF 2026, Menko AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN-Eurasia
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Andre Rosiade: Pengurus IKM di Berbagai Daerah Laporkan Abu Janda ke Polisi
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Segera Ungkap Total Uang Pemerasan Jatah Silmy Karim
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Prabowo Resmi Berhentikan Silmy Karim Sebagai Wamen Imipas
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Cara Cek Besaran PIP Juni 2026 dan Syarat Mendapatkannya, Dana Bisa Cair hingga Rp1,8 Juta
• 12 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.