Bantul: Balita berinisial ACB, usia 3 tahun, yang sempat dilakban oleh ibu kandungnya di Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dilaporkan semakin membaik. Saat ini, anak tersebut untuk sementara diasuh oleh keluarga besarnya guna mendukung proses pemulihan.
Ketua Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) Kabupaten Bantul, M Zainul Zain, mengatakan pihaknya mulai melakukan pendampingan sejak malam ketika kasus tersebut terungkap pada Senin, 1 Juni 2026. Selain pendampingan terhadap balita, ibu berinisial TKS juga mendapatkan pendampingan psikologis.
"Kami mulai mendampingi sejak malam kejadian. Keesokan paginya saat ibunya pulang, kami berupaya menenangkan yang bersangkutan sekaligus menggali keterangan bersama tim dari Polsek, Bhabinkamtibmas, dan Puskesmas," ujar Zainul, Jumat, 5 Juni 2026.
Menurut Zainul, penanganan kasus dilakukan dengan melibatkan kepolisian, pemerintah kalurahan atau desa, tenaga kesehatan, serta tim perlindungan perempuan dan anak. Dari hasil pendampingan awal, kata dia, TKS diduga mengalami depresi berat. Kondisi itu disebut menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi tindakan melakban dan mengikat sang balita.
Baca Juga :
Pelaku Penculikan Anak di Kutai Timur Ditangkap, Korban Ditemukan Meninggal
Ia menyebut upaya penanganan tidak hanya berfokus pada perlindungan anak sebagai korban, tetapi juga pemulihan kondisi kejiwaan ibunya agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Setelah persoalan diputuskan diselesaikan secara kekeluargaan, ia mengatakan pendampingan terhadap ibu korban sangat penting.
"Pada saat mediasi, pihak suami memahami kejadian ini dipicu kondisi kejiwaan pelaku. Ada kesepakatan dan pernyataan dari kedua belah pihak yang disaksikan kepolisian, tenaga kesehatan, dan tim pendamping," kata Zainul, Jumat, 5 Juni 2026.
Zainul menyatakan TKS telah dibawa ke Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) untuk mengakses layanan psikologis dan penanganan lanjutan.
Ilustrasi kekerasan terhadap anak. ANTARA/Andre Angkawijaya
Zainul menyebut perkembangan kondisi keluarga tersebut menunjukkan arah yang positif. Ia berharap proses pemulihan dapat berjalan optimal sehingga seluruh pihak dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
"Anak sementara berada dalam pengasuhan keluarganya. Yang terpenting sekarang adalah memastikan kondisi anak maupun ibunya sama-sama mendapatkan penanganan yang tepat," katanya.




