Bisnis.com, SORONG - Di berbagai wilayah pelosok Indonesia, akses terhadap layanan keuangan formal kerap menjadi tantangan bagi masyarakat, terutama mereka yang tinggal di kawasan pesisir dan kepulauan di Timur Indonesia. Jarak, biaya transportasi, serta kebutuhan untuk menyeberang pulau kerap membuat layanan keuangan modern belum sepenuhnya mudah dijangkau. Di tengah kondisi tersebut, PNM hadir mendekatkan akses pembiayaan dan pendampingan usaha bagi perempuan prasejahtera, termasuk hingga ke Pulau Arar, Papua Barat Daya.
Salah satu kisah itu datang dari Ibu Ragaia Sosir, nasabah PNM Mekaar sejak tahun 2021. Dari pesisir Papua, ia membangun harapan sederhana untuk keluarganya: menyekolahkan anak dan merenovasi rumah agar menjadi tempat tinggal yang lebih layak. Perjalanannya tidak selalu mudah, namun semangat untuk memperbaiki kehidupan keluarga membuatnya terus berusaha. Perlahan, dari pembiayaan dan pendampingan yang diterima, Ibu Ragaia mulai menata kembali kebutuhan rumahnya, mulai dari kamar mandi, kamar tidur, jendela, hingga bagian-bagian rumah lain yang dibangun sedikit demi sedikit.
Dalam perjalanannya, Ibu Ragaia tidak hanya menjadi nasabah, tetapi juga dipercaya sebagai Ketua Kelompok Mekaar. Ia kemudian melihat peluang lain dari keterbatasan akses layanan keuangan di wilayahnya. Karena masyarakat sekitar harus menyeberang pulau untuk mendapatkan layanan keuangan yang lebih modern, ia memilih menjadi agen BRILink. Keputusan itu lahir dari pengamatan sederhana atas kebutuhan warga sekitar, sekaligus menjadi peluang usaha yang memberi manfaat lebih luas bagi lingkungan tempat tinggalnya.
“Dulu saya cuma pikir anak-anak bisa tetap sekolah dan rumah bisa pelan-pelan lebih layak. Setelah ikut PNM Mekaar, saya rasa ada jalan untuk usaha. Kitong mulai dari kecil saja, perbaiki kamar mandi, kamar, jendela, sedikit-sedikit. Yang penting tetap jalan, supaya keluarga bisa hidup lebih baik,” ujar Ibu Ragaia Sosir.
Kisah Ibu Ragaia menjadi gambaran bahwa pemberdayaan dapat tumbuh dari ruang-ruang kecil di wilayah paling jauh, ketika akses pembiayaan, pendampingan, dan keberanian untuk memulai dapat bertemu. Melalui PNM Mekaar, Ibu Ragaia juga mengajak perempuan di sekitarnya untuk berani mengikuti jejak serupa, memperbaiki usaha, menata rumah, dan membangun masa depan keluarga secara bertahap. Ia menjadi satu dari 22,9 juta masyarakat Indonesia yang telah memperoleh layanan PNM, sebuah bukti bahwa pemberdayaan tidak hanya hadir di pusat kota, tetapi juga menjangkau pesisir, pulau-pulau kecil, dan pelosok negeri.
#PNMuntukUMKM
#PNMPemberdayaanUMKM





