REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Menteri Agama (Menag) Prof KH Nasaruddin Umar berharap Program Studi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang baru saja diresmikan bisa melahirkan atau mencetak dokter islami.
"Dengan kehadiran Fakultas Kedokteran ini, tentu yang kita akan lahirkan nanti ini adalah dokter-dokter islami,"kata dia setelah meresmikan gedung Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta, Kamis(4/6/2026).
Baca Juga
Purbaya: Ekonomi Indonesia Jangan Dinilai Hanya dari Kurs Rupiah
Survei Indikator: Potensi Ziswaf dan Kurban di Indonesia Capai Rp343 Triliun
Hasil Penelitian Tegaskan Nggak Ada Batas Aman Konsumsi Alkohol untuk Tubuh
Menurut dia, dokter Islami adalah dokter yang dalam melakukan pengobatan terhadap pasien bukan hanya dengan pendekatan fisioterapi dan fisiologi, akan tetapi juga masalah-masalah spiritual dan psikologis.
"Kadang-kadang sugesti itu bisa menyembuhkan dan keterampilan ini itu melahirkan ahli sugesti itu sangat-sangat kita kenal ya kan," kata dia.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Dia mengatakan, Fakultas Kedokteran lain belum tentu menggunakan bahasa spiritual yang dalam, akan tetapi kombinasi dengan bahasa spiritual dengan bahasa medis diharapkan bisa memberikan daya yang istimewa untuk para pasien.
"Dan ini yang kita harapkan ke depan bagaimana pasien itu yang sembuh bukan hanya fisiknya, tapi juga kejiwaannya, masalah spiritualitasnya dan saya membayangkan nanti alumni Fakultas Kedokteran UIN memiliki semuanya,"kata dia.
Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan sambutan dalam acara Halalbihalal B57+ Asia Pacific Regional Chapter di Masjid Istiqlal, Rabu (22/4/2026). Acara yang turut dihadiri sejumlah perwakilan duta besar negara anggota B57+, organisasi masyarakat Islam, serta para ekonom tersebut berfokus pada pembahasan ekonomi halal dan peluang Indonesia sebagai motor penggerak industri halal dunia. - (Republika/Prayogi)