KOMPAS.TV - Di tengah gejolak ekonomi global dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah, kinerja ekspor Indonesia pada periode Januari hingga April 2026 dilaporkan masih tumbuh positif sebesar 5,48 persen.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan perdagangan, pemerintah mulai menyiapkan berbagai strategi alternatif, salah satunya melalui skema barter dagang dengan mitra luar negeri.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah saat ini tengah menjajaki kerja sama barter perdagangan dengan salah satu pengusaha besar asal Filipina. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif transaksi perdagangan internasional di tengah tantangan fluktuasi nilai tukar.
Menurut Budi, penandatanganan kontrak barter dijadwalkan berlangsung pada 12 Juli 2026. Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari penjajakan yang dilakukan dalam rangkaian pertemuan ASEAN sebelumnya.
Pemerintah menilai skema barter dapat menjadi salah satu opsi untuk memperkuat perdagangan antarnegara sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap transaksi berbasis valuta asing pada komoditas tertentu.
Di saat yang sama, pertumbuhan ekspor yang masih positif dinilai menjadi salah satu penopang ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
#EksporIndonesia #BudiSantoso #Perdagangan
Baca Juga: Arus Dana Asing Keluar Rp69,5 Triliun, Rupiah Kian Tertekan | JMP
Penulis : Aisha-Amalia-Putri
Sumber : Kompas TV
- EksporIndonesia
- BudiSantoso
- Perdagangan





