Bagi Dividen Rp30 per Saham, BALI Incar Omzet Rp1,22 Triliun

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten infrastruktur telekomunikasi PT Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI) memutuskan dividen tunai sebesar Rp30 per saham dari laba tahun buku 2025 dalam rapat umum pemegang saham pada Jumat (5/6/2026).

Perseroan pun membidik pendapatan sebesar Rp1,22 triliun pada 2026, dengan target margin EBITDA yang meningkat.

Wakil Direktur Utama Bali Towerindo Sentra Lily Hidayat mengatakan RUPS telah menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp30 per saham atau setara total sekitar Rp118,03 miliar.

"RUPS menyetujui pembagian dividen Rp30 per saham dari laba bersih tahun buku 2025," ujar Lily dalam Paparan Publik, Jumat (5/6/2026).

Lily Hidayat menyampaikan perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp1,22 triliun pada 2026, cenderung flat dengan raihan 2025. Adapun, target EBITDA margin sebesar 69,49% meningkat dari tahun sebelumnya.

Target tersebut mencerminkan optimisme manajemen terhadap pertumbuhan bisnis infrastruktur digital dan telekomunikasi di Indonesia.

Baca Juga

  • Emiten Emas PSAB Tebar Dividen Rp2,78 Triliun, Catat Jadwal Selengkapnya
  • Emiten Milik Konglomerat Aguan PANI-CBDK Kompak Bagi Dividen
  • Prospek Saham UNTR, ITMG, BMRI, Hingga BBRI Cs, Emiten Pembagi Dividen per Saham Terbesar Mei 2026

Sepanjang 2025, BALI membukukan pendapatan sebesar Rp1,239 triliun atau tumbuh 18,45% dibandingkan tahun sebelumnya. EBITDA tercatat mencapai Rp834 miliar dengan EBITDA margin berada di level 67%.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp182,28 miliar pada 2025. Laba bersih BALI tersebut naik 26,35% dari Rp144,27 miliar pada 2024.

Menurut Lily Hidayat, pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja berbagai lini bisnis yang mencakup penyewaan menara telekomunikasi, transmisi dan bandwidth, operation and maintenance (O&M), layanan fiber-to-the-x (FTTX), data center hingga layanan Very Small Aperture Terminal Remote Terminal Ground Segment (VSAT RTGS).

Pada segmen seluler, BALI saat ini merupakan penyedia menara terbesar di Bali dan salah satu operator micro cell pole (MCP) terbesar di Jakarta. Seluruh menara yang dimiliki perseroan telah terhubung dengan jaringan fiber optik dan/atau microwave untuk mendukung kebutuhan jaringan 4G dan 5G.

Sementara pada segmen non-seluler, perseroan menyediakan layanan internet dan konektivitas berbasis fiber optik, data center, serta solusi telekomunikasi bagi pelanggan korporasi dan instansi pemerintah.

Hingga akhir 2025, BALI mengelola 3.762 site menara dengan total 1.899 penyewa. Pada bisnis FTTX, jumlah home-passed mencapai 274.311 unit dengan 59.956 pelanggan residensial dan 1.452 pelanggan korporasi.

Adapun jumlah titik VSAT RTGS yang telah beroperasi mencapai 6.282 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Untuk menopang pertumbuhan tahun ini, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp239 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk menambah sekitar 62 unit menara MCP, membangun sekitar 500 titik VSAT RTGS baru, serta memperluas jaringan FTTX melalui penambahan sekitar 20.000 home-passed.

Manajemen BALI juga akan memperkuat strategi pemasaran yang lebih berorientasi pada pelanggan, mengoptimalkan kolokasi menara, meningkatkan kualitas layanan dan keandalan jaringan, serta mempercepat ekspansi fiber optik di wilayah padat penduduk.

Selain itu, perseroan akan melanjutkan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk pengembangan infrastruktur MCP guna mendukung digitalisasi dan konsep kota cerdas di berbagai daerah.

"Perseroan optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan usaha secara berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," kata Lily.

Dengan kombinasi pembagian dividen, ekspansi infrastruktur digital, dan diversifikasi bisnis, BALI berharap dapat menjaga pertumbuhan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan konektivitas dan transformasi digital nasional.

Bali Towerindo Sentra Tbk. - TradingView

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono sebut CFD di Jakarta digemari turis Singapura dan Malaysia
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Mantan ART Erin ex Andre Taulany Bakal Jalani Pemeriksaan Polisi Lagi, Kuasa Hukum: Ada Tekanan untuk Tidak Jujur
• 2 jam lalugrid.id
thumb
DPR Dukung Cimahi Menjadi Pusat Industri Animasi Nasional untuk Perkuat Daya Saing Ekonomi Kreatif
• 19 menit lalupantau.com
thumb
Sarwendah Buka Suara Usai Video Viral, Sampaikan Permintaan Maaf ke Publik
• 3 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Istana Bantah Isu Pengunduran Diri dan Pergantian Menkeu Purbaya
• 22 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.