Pantau - Komisi VII DPR RI mendukung pengembangan Kota Cimahi sebagai pusat industri animasi nasional melalui penguatan ekosistem ekonomi kreatif yang melibatkan pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pelaku industri kreatif guna memperkuat daya saing ekonomi kreatif Indonesia.
Dukungan tersebut disampaikan Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay dalam agenda Panitia Kerja (Panja) Kreativitas dan Distribusi Film Nasional.
Saleh menilai Indonesia perlu membangun kota-kota dengan identitas ekonomi yang kuat, spesifik, dan memiliki keunggulan sektoral yang jelas.
Ia mengungkapkan, "Saya sangat setuju. Kita perlu membangun model seperti kota-kota khusus di negara lain. Cimahi harus bisa berkembang menjadi kota animasi."
Menurut DPR, pengembangan identitas daerah berbasis sektor unggulan dapat menciptakan daya tarik baru, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, menarik masyarakat untuk belajar dan berkolaborasi, serta mendukung lahirnya karya-karya kreatif.
Cimahi Dinilai Berpeluang Menjadi Kota AnimasiCimahi dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan industri animasi di Indonesia.
Saleh menyatakan, "Cimahi bukan hanya menjadi tempat orang mencari kuliner atau berbelanja pakaian, tetapi juga menjadi tujuan untuk belajar dan mengenal industri animasi."
DPR menilai minat generasi muda terhadap animasi terus meningkat dan sudah terlihat sejak jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Karena itu, diperlukan pusat pembelajaran animasi, fasilitas pengembangan kreativitas, serta dukungan yang lebih luas bagi talenta muda.
Industri animasi juga dinilai mampu memberikan manfaat ganda berupa penciptaan karya kreatif sekaligus membuka lapangan kerja bagi generasi muda.
Perusahaan Lokal Tembus Pasar EksporOptimisme menjadikan Cimahi sebagai kota animasi turut didukung oleh keberadaan sejumlah perusahaan animasi yang telah mampu bersaing di pasar internasional.
Salah satu perusahaan tersebut adalah Ayena Mandiri Sinema Studio yang menyebut sekitar 20 persen pekerjaan yang mereka tangani berasal dari pasar ekspor.
Perusahaan tersebut juga melibatkan lebih dari 100 pekerja kreatif asal Cimahi dalam proses produksinya.
CEO Ayena Mandiri Sinema Studio Robby Ul Pratama mengatakan industri animasi berkontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia lokal.
Robby menjelaskan, "Sekitar 80 persen peserta program pelatihan kami berasal dari SMK dan banyak diantaranya berhasil mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Kami juga aktif melakukan akselerasi IP (Kekayaan Intelektual) lokal agar kreator daerah dapat berkembang."
Data pelatihan perusahaan menunjukkan mayoritas peserta berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan banyak lulusan berhasil memperoleh pekerjaan setelah mengikuti program tersebut.
Selain itu, perusahaan juga aktif mengembangkan kekayaan intelektual lokal, kreator daerah, serta ekosistem industri kreatif berbasis daerah.
Jawa Barat Jadi Basis Kuat Ekonomi KreatifJawa Barat merupakan salah satu pusat ekonomi kreatif terbesar di Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja pada 2025 atau setara 18,7 persen dari total tenaga kerja nasional.
Jawa Barat menjadi provinsi dengan penyerapan tenaga kerja ekonomi kreatif terbesar di Indonesia dengan jumlah mencapai 6,24 juta orang.
DPR menilai pengembangan Cimahi sebagai kota animasi dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Jawa Barat, meningkatkan daya saing industri kreatif Indonesia, memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda, mendorong ekspor produk kreatif, serta mengangkat posisi Indonesia di pasar global.




