JAKARTA, DISWAY.ID-- Di berbagai wilayah pelosok Indonesia, akses terhadap layanan keuangan formal kerap menjadi tantangan bagi masyarakat, terutama mereka yang tinggal di kawasan pesisir dan kepulauan di Timur Indonesia.
Jarak, biaya transportasi, serta kebutuhan untuk menyeberang pulau kerap membuat layanan keuangan modern belum sepenuhnya mudah dijangkau.
BACA JUGA:Viral Madrasah di Pamulang Digeruduk Massa, Kapolsek Beri Penjelasan
Di tengah kondisi tersebut, PNM hadir mendekatkan akses pembiayaan dan pendampingan usaha bagi perempuan prasejahtera, termasuk hingga ke Pulau Arar, Papua Barat Daya.
Salah satu kisah itu datang dari Ibu Ragaia Sosir, nasabah PNM Mekaar sejak tahun 2021. Dari pesisir Papua, ia membangun harapan sederhana untuk keluarganya: menyekolahkan anak dan merenovasi rumah agar menjadi tempat tinggal yang lebih layak.
Perjalanannya tidak selalu mudah, namun semangat untuk memperbaiki kehidupan keluarga membuatnya terus berusaha.
BACA JUGA:Jadwal Puasa Sunnah Juni 2026 Lengkap Bacaan Niatnya, Ada Puasa Asyura hingga Tasua
Perlahan, dari pembiayaan dan pendampingan yang diterima, Ibu Ragaia mulai menata kembali kebutuhan rumahnya, mulai dari kamar mandi, kamar tidur, jendela, hingga bagian-bagian rumah lain yang dibangun sedikit demi sedikit.
Dalam perjalanannya, Ibu Ragaia tidak hanya menjadi nasabah, tetapi juga dipercaya sebagai Ketua Kelompok Mekaar.
Ia kemudian melihat peluang lain dari keterbatasan akses layanan keuangan di wilayahnya. Karena masyarakat sekitar harus menyeberang pulau untuk mendapatkan layanan keuangan yang lebih modern, ia memilih menjadi agen BRILink.
BACA JUGA:Komisi IX DPR Ngaku Tak Pernah Terima Laporan Pengadaan BGN, Janji Perketat Pengawasan
Keputusan itu lahir dari pengamatan sederhana atas kebutuhan warga sekitar, sekaligus menjadi peluang usaha yang memberi manfaat lebih luas bagi lingkungan tempat tinggalnya.
“Dulu saya cuma pikir anak-anak bisa tetap sekolah dan rumah bisa pelan-pelan lebih layak. Setelah ikut PNM Mekaar, saya rasa ada jalan untuk usaha. Kitong mulai dari kecil saja, perbaiki kamar mandi, kamar, jendela, sedikit-sedikit. Yang penting tetap jalan, supaya keluarga bisa hidup lebih baik,” ujar Ibu Ragaia Sosir.
Kisah Ibu Ragaia menjadi gambaran bahwa pemberdayaan dapat tumbuh dari ruang-ruang kecil di wilayah paling jauh, ketika akses pembiayaan, pendampingan, dan keberanian untuk memulai dapat bertemu.
BACA JUGA:Berkas Richard Lee dalam Kasus Produk Kosmetik Lengkap, Disidang di PN Tangerang
- 1
- 2
- »





